Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Banjir Bandang Terjang Desa Sirnagalih, 60 KK Terdampak dan Kerugian Capai Rp 200 Juta

156
×

Banjir Bandang Terjang Desa Sirnagalih, 60 KK Terdampak dan Kerugian Capai Rp 200 Juta

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur kembali dilanda banjir bandang pada Rabu malam hingga Kamis dini hari. Luapan air dari Sungai Ciharashas menerjang permukiman warga, memaksa sebagian besar penghuni mengungsi ke rumah tetangga dan saudara di wilayah sekitar.

Kepala Desa Sirnagalih, H. Sugilar, menyebut peristiwa kali ini memiliki pola yang sama dengan banjir bandang tahun lalu. Air yang meluap berasal dari beberapa anak sungai yang bermuara ke Sungai Ciharashas. Penyempitan dan pendangkalan badan sungai menjadi pemicu utama, diperparah kiriman material dari arah Kebon Jeruk akibat ambrolnya pondasi SDN Kebon Jeruk yang menyumbat aliran air.

Baca juga :  Banjir Bandang Hebat Merendam Kota Bandar Lampung

Dampak paling parah dirasakan warga di RT 05, dengan sekitar 60 kepala keluarga terendam. RT 02 juga mengalami hal serupa, sementara sebagian warga RT 03 ikut kebagian air bah. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi ditaksir mencapai Rp200 juta. Perabot rumah tangga dan barang elektronik milik warga banyak yang rusak terendam air lumpur.

Baca juga :  Puluhan Ustaz Dan Ustadzah Menerima Dana Insentif Guru Ngaji

Untuk penanganan darurat, pihak desa telah melakukan pengukuran dan pemetaan titik rawan bersama Dinas PUPR Kabupaten Cianjur. Namun realisasi penanganan fisik masih menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah. Sementara itu, perangkat desa berencana menurunkan alat berat untuk pengerukan sungai sebagai langkah sementara guna meminimalisir potensi banjir susulan.

H. Sugilar mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran desa menjadi kendala utama. Pemangkasan dana desa membuat Sirnagalih tidak mampu menangani dan memberikan bantuan pertama juga perbaikan infrastruktur sungai secara mandiri. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Cianjur, khususnya Dinas PUPR, segera merealisasikan hasil kajian dan analisa yang sudah selesai dilakukan.

Baca juga :  Hotel Grand Zuri Jababeka Sukses Gelar Acara Corporate Gathering Eksklusif 

Laporan resmi ke BPBD belum dikirimkan, namun H. Sugilar menyatakan akan segera berkoordinasi dengan BPBD hari ini. Bantuan yang diminta saat ini difokuskan pada penyediaan alat berat untuk pengerukan sungai. Dengan kondisi air yang kini sudah surut, warga mulai kembali ke rumah masing-masing, meski kekhawatiran masih membayangi.

Kepala desa mengingatkan, jika hujan dengan intensitas tinggi turun lagi seperti kemarin malam, banjir dipastikan akan terulang. Ia menekankan pentingnya percepatan normalisasi sungai agar keselamatan dan harta benda warga tidak terus terancam setiap hujan tiba.

Baca juga :  Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Lebak: Asrama Santri Hanyut Terbawa Arus Sungai Cimaur
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!