Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Oknum ASN Tenaga Kesehatan di Cianjur Diamankan Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Bermodus Tawaran Kerja

30
×

Oknum ASN Tenaga Kesehatan di Cianjur Diamankan Polisi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Bermodus Tawaran Kerja

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Satreskrim Polres Cianjur mengamankan seorang oknum tenaga kesehatan berstatus Pegawai Negeri Sipil pada Kamis, 23 Juli 2025. Oknum tersebut diduga terlibat dalam kasus amoral yang mencuat setelah korban memberanikan diri melapor ke pihak kepolisian.

Terduga pelaku diketahui berinisial FM, 48 tahun, dan bertugas di salah satu puskesmas di wilayah Kabupaten Cianjur. Ia diamankan di kediamannya setelah penyidik menerima laporan dari korban berinisial MZ, 19 tahun.

Baca juga :  Ulung Purnama SH MH, Hadiri Milad Seni Budaya Pencak Silat Di Kabupaten Bekasi

Menurut keterangan Kanit PPA Polres Cianjur Ipda Encep Rosidin, awalnya korban dijanjikan pekerjaan oleh FM. Karena tertarik, MZ kemudian datang ke rumah terduga pelaku untuk berdiskusi terkait tawaran tersebut.

Namun dalam pertemuan itu, FM diduga memanfaatkan situasi. Dengan dalih pemeriksaan kesehatan, ia membujuk korban untuk mengikuti kemauannya. “Korban awalnya enggan, tetapi karena dijanjikan pekerjaan akhirnya terpaksa menuruti,” ungkap Encep.

Setelah kejadian itu, korban merasa dirugikan dan akhirnya melapor ke Polres Cianjur. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti. Dari hasil pemeriksaan awal, FM mengakui perbuatannya di hadapan penyidik.

Encep menegaskan bahwa saat ini terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik juga masih mendalami modus operandi yang digunakan serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Baca juga :  Ungkap Dua Kasus Curanmor Oleh Unit Reskrim Polsek Cikarang Selatan

Yang membuat kasus ini mendapat perhatian lebih adalah fakta bahwa baik pelaku maupun korban sama-sama berjenis kelamin laki-laki. Polisi juga belum menutup kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan mengatakan pihaknya baru menerima informasi awal dari bagian kepegawaian. Hingga kini belum ada surat resmi dari kepolisian terkait penanganan perkara tersebut.

Made menegaskan bahwa perbuatan ini adalah tindakan oknum dan tidak bisa digeneralisasi kepada seluruh tenaga kesehatan. Semua pegawai sudah mendapat pembinaan terkait etika dan profesionalisme. Karena proses hukum masih berjalan, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, tutupnya.

Baca juga :  Bentrok di Cianjur: Dapur MBG Disegel Massa, Dugaan Nepotisme dan Izin Bodong Jadi Pemicu
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!