Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Gunung Merapi DIY Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Kali Boyong, Status Tetap Siaga Level III

43
×

Gunung Merapi DIY Luncurkan Awan Panas 2 Km ke Kali Boyong, Status Tetap Siaga Level III

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Sleman – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran (APG) sejauh sekitar 2.000 meter atau 2 kilometer ke arah selatan menuju alur Kali Boyong, Kabupaten Sleman, DIY.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (26/9/2026) pukul 20.34 WIB. Data seismik BPPTKG mencatat amplitudo maksimum 48,66 milimeter dengan durasi 129,64 detik. Material vulkanik terlihat meluncur dari tubuh gunung menuju Kali Boyong sebelum menghilang di balik kontur lereng.​

Baca juga :  Satreskrim Polres Purwakarta Gelar Sosialisasi Sadar Hukum Ke Karyawan FIF Group

Status aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya, khususnya alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi, guna mengantisipasi ancaman guguran lava, awan panas, serta potensi lahar dingin saat hujan turun.

Potensi bahaya utama saat ini mencakup sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. Di sektor tenggara, ancaman mengarah ke Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km). Lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Tidak ada laporan aktivitas awan panas serupa dari Gunung Marapi di Sumatera Barat pada periode yang sama. Gunung Marapi (sering disebut Merapi Sumbar) berada pada status Level II atau Waspada dengan aktivitas berupa erupsi abu, bukan luncuran awan panas sejauh 2 km ke arah Kali Boyong.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi DIY diminta tetap tenang, mematuhi rekomendasi resmi BPPTKG, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras yang berpotensi memicu lahar. Pemantauan aktivitas gunung terus dilakukan secara intensif.

Baca juga :  Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesra 2025 Cair, Warga Cianjur Padati Kantor Pos
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!