Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik diplomat senior Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Istana Negara, Jakarta. Ia menggantikan Sugiono yang dipindahkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam rangkaian perombakan Kabinet Merah Putih.
Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Pengangkatannya menandai kembalinya diplomat karier ke pucuk pimpinan Kementerian Luar Negeri setelah periode kepemimpinan berlatar belakang politisi.
Lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971, Arrmanatha menempuh pendidikan sarjana ekonomi di University of Buckingham, Inggris, kemudian meraih gelar Master of Business Administration dari University of Leicester, serta Magister Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia.
Karier diplomasinya dimulai di Kementerian Luar Negeri pada 1997. Ia pernah bertugas sebagai sekretaris kedua dan negosiator di Organisasi Perdagangan Dunia, konselor di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York (2008–2012), serta juru bicara Kementerian Luar Negeri (2014–2019). Selanjutnya, ia menjabat Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO (2019–2021), lalu Wakil Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York (2021–2024). Pada 2021, pemerintah Prancis menganugerahinya gelar Commander of the Legion of Honour.
Dalam pernyataan singkat setelah pelantikan, Arrmanatha menegaskan akan meneruskan kebijakan politik luar negeri yang sudah berjalan dengan baik, dengan tetap berpegang pada prinsip bebas aktif dan memprioritaskan kepentingan nasional sesuai Asta Cita.
Pelantikan ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 105P Tahun 2026. Arrmanatha dilantik bersama sejumlah pejabat lain dalam reshuffle kabinet hari ini.











