Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Gerakan Cinta Rupiah 1998: Saat Putri Presiden Soeharto Ajak Masyarakat Lepas Dolar

33
×

Gerakan Cinta Rupiah 1998: Saat Putri Presiden Soeharto Ajak Masyarakat Lepas Dolar

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Di tengah badai krisis moneter 1997-1998 yang membuat nilai tukar rupiah anjlok tajam, putri sulung Presiden Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Mbak Tutut, memimpin inisiatif moral untuk memperkuat mata uang nasional.

Pada Januari 1998, ia menggagas Gerakan Cinta Rupiah (Getar). Tujuannya sederhana namun simbolis: mengajak warga, pejabat, dan pengusaha melepas simpanan dolar Amerika Serikat agar ditukar ke rupiah. Langkah ini diharapkan membantu Bank Indonesia menstabilkan kurs sekaligus memulihkan kepercayaan pasar.

Baca juga :  BRI Brebes Edukasi Generasi Muda lewat Sosialisasi Gerakan Cinta Rupiah di Perpustakaan Daerah

Tutut memberi contoh dengan menukarkan US$50.000 milik pribadinya. Gerakan ini mendapat respons dari berbagai kalangan. Sejumlah anggota MPR, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu masih anggota Fraksi ABRI, turut menukar dolar mereka. Para tokoh bisnis seperti Aburizal Bakrie, The Ning King, dan Imam Taufik masing-masing melepas US$100.000.

Laporan media masa itu mencatat total dana yang berhasil dihimpun pada gelombang awal mencapai ratusan ribu dolar AS. Meskipun dampaknya terbatas di tengah tekanan spekulasi yang sangat kuat, gerakan ini menjadi catatan sejarah upaya solidaritas elite dan masyarakat dalam menghadapi krisis.

Kejatuhan rupiah yang sempat menyentuh level di atas Rp10.000 per dolar AS (bahkan lebih lemah di puncak krisis) dipicu efek domino depresiasi baht Thailand dan krisis keuangan Asia. Gerakan Cinta Rupiah menjadi salah satu respons non-kebijakan yang muncul di masa sulit tersebut.

Baca juga :  Ketua DPD PWRI Jabar Gelar Rapat Konsolidasi di Cirebon, Bahas Berbagai Isu Strategis
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!