Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

IHSG Ditutup Menguat 2,75% ke Level 7.302 Pasca-Libur Panjang

201
×

IHSG Ditutup Menguat 2,75% ke Level 7.302 Pasca-Libur Panjang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (25/3/2026), hari pertama setelah libur panjang Lebaran. Indeks ditutup naik 195,28 poin atau 2,75% ke level 7.302,12 dari penutupan sebelumnya di 7.106,84.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 7.057,22 hingga 7.302,12. Volume transaksi tercatat cukup aktif, mencerminkan minat beli yang kuat dari investor pasca-libur.

Baca juga :  TMI dan APPI Cianjur Terima Sapi Qurban dari Presiden Prabowo, Ratusan Kantong Daging Dibagikan ke Warga

Penguatan IHSG selaras dengan sentimen positif di pasar global, termasuk harapan de-eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul laporan proposal gencatan senjata. Secara domestik, mayoritas sektor saham menguat, dengan sektor energi, industri, dan siklikal menjadi pemimpin penguatan.

Baca juga :  Aipda Dina Sohidina, SH KSPKT Polsek Maja Sambang Warga di Desa Maja Utara

Beberapa saham unggulan yang turut mendongkrak indeks antara lain BBCA, BUMI, ASII, serta emiten lain di kelompok big cap dan komoditas. Indeks LQ45 juga ikut menguat 3,33% ke level 746,45.

Analis memandang penguatan ini sebagai rebound teknikal setelah periode konsolidasi sebelum libur. Namun, pergerakan ke depan masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, harga komoditas, serta data ekonomi domestik seperti inflasi Maret yang akan dirilis pekan depan.

Baca juga :  Dugaan Curanmor Di Tegalwaru Purwakarta, Satu Orang Meninggal Dunia, Polisi Dalami Seluruh Fakta

Pada perdagangan Kamis (26/3/2026), IHSG diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan terbatas atau mengalami koreksi teknikal setelah kenaikan tajam sehari sebelumnya, dengan level resistance di sekitar 7.400–7.450 dan support di 7.200.

Pasar saham Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai dinamika eksternal, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai investor.

Baca juga :  Kepulangan Tangis Haru ER: Korban TPPO di Arab Saudi Akhirnya Menghirup Udara Bebas
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!