Dpnews Indonesia || Jakarta – Hal yang semestinya diketahui bahwa jalur resmi untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri adalah melalui sistem yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dimana pendaftaran dilakukan melalui platform resmi seperti SISKOP2MI (Sistem Komputerisasi dan Informasi Terpadu PMI) dan Karirhub (platform pencari kerja dari Kemnaker), atau melalui perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang sudah terverifikasi dan berizin resmi.
Proses ini memastikan pendaftaran, penempatan, dan perlindungan yang legal serta aman bagi calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Namun apa yang terjadi ketika puluhan bahkan ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) digiring masuk ke ruang Imigrasi Bandara Internasional untuk seterusnya melanjutkan perjalanan pergi bekerja menjadi asisten rumah tangga, berbekal visa kunjungan ataupun visa kerja tanpa melalui prosedur pemerintah,?
Tim investigasi media Dpnews Indonesia yang bergabung dengan Forum Perlindungan Migran Indonesia (FPMI) DPD Kabupaten Karawang, pada awal Oktober hingga November 2025, menyoroti Bandara Internasional Soekarno Hatta yang diketahui setiap hari Sabtu, Minggu hingga Senin pagi diduga menjadi gerbang pemberangkatan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga kuat secara ilegal.
Dalam serangkaian pencegahan tim gabungan mendapatkan fakta maraknya pemberangkatan ke berbagai negara Timur Tengah, dari negara penempatan Saudi Arabia, Oman, Qatar, Turki, Libya bahkan negara Irak.
“Kita mengamankan para calon pekerja migran itu dimana mereka sudah mengantongi tiket bahkan di paspor mereka pun sudah ditempel visa, ini sangat luar biasa, imigrasi yang menjadi gerbang utama warga negara Indonesia untuk pergi ke luar negeri semestinya melakukan serangkaian wawancara guna mencegah terjadinya pemberangkatan TKI ilegal yang sering berakibat adanya exploitasi bahkan perampasan hak,” tegas Nendi Wirasasmita ketua FPMI Karawang.
Sementara itu keterangan dari para calon pekerja migran yang berhasil diselamatkan hampir serupa, bahwa ada pengawalan hingga lolos ke ruang tunggu pesawat oleh beberapa oknum.
“Saya diarahkan mulai dari tempat pemroses pak, dibawa ke bandara sama orang handle, disuruh tunggu didalam mobil terus dikawal masuk ke ruang imigrasi,” ucap Sil, salah seorang pekerja migran yang gagal berangkat.
Lantas apa sebenarnya yang terjadi dalam proses pemberangkatan para pahlawan devisa tersebut..??











