Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Menteri PKP Maruarar Sirait Beri Target Sebulan Pengembang Selesaikan Masalah Banjir

752
×

Menteri PKP Maruarar Sirait Beri Target Sebulan Pengembang Selesaikan Masalah Banjir

Sebarkan artikel ini

Sidak Perumahan Bersubsidi di Kabupaten Bekasi

Dpnews Indonesia || Bekasi – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi perumahan bersubsidi wilayah Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi, Minggu, 09 Februari 2025.

“Saya mendapat informasi terkait persoalan banjir disini (Perumahan Grand Permata Residence), hari ini saya sidak,” kata Maruarar Sirait di hadapan warga dan pengembang perumahan Grand Permata Residence, Desa Sriamur Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi.

Baca juga :  Manfaatkan Lahan Kosong, Kapolsek Purwakarta Kota Dukungan Program Ketahan Pangan

Dikatakannya bahwa permasalahan banjir di perumahan bersubsidi wilayah Tambun sudah diketahuinya dari jejaring Kementerian PKP.

“Hari ini perumahan perumahan tersebut saya sidak dan sekaligus mempertemukan warga dengan pihak pengembang,” kata Maruarar Sirait.

Dia lalu minta pengembang untuk menyelesaikan persoalan banjir agar selesai dalam waktu sebulan.

Baca juga :  Semangat Patriotisme di Upacara Bendera Kodim 0617/Majalengka, Pgs Kasdim Bacakan Amanat Panglima TNI

“Ini tanggal berapa? 9 Februari 2025 ya, saya minta tanggal 9 Maret 2025 mendatang tidak ada lagi keluhan warga terkait banjir,” kata politisi Partai Gerindra itu, seraya mengingatkan bahwa perumahan bersubsidi menggunakan sumber dana dari APBD sebesar 75 persen per rumah, dan sisanya kewajiban pengembang.

Baca juga :  Debat Perdana Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati 2024 Kabupaten Purwakarta

“Ingat ya, ini dana APBN, jangan disepelekan,” tegasnya.

Didampingi Plt Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera Muhammad Naufal Al Ammari, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bekasi Heri Noviar dan Penjabat (Pj) Ketua Kadin Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, Menteri PKP menyempatkan diri untuk melihat langsung rumah warga yang sudah dihuni.

Tak hanya itu, Maruarar Sirait juga mendengar keluhan-keluhan dari penghuni rumah di Perumahan Grand Permata Residence.

Baca juga :  Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Kabupaten Agam, Getaran Terasa hingga Bukittinggi dan Payakumbuh

Beberapa penghuni, selain menyampaikan keluhan banjir, juga kurangnya pencahayaan lampu pada malam hari.

Adapula penghuni yang berharap agar saluran drainase dikeruk dan akses jalan segera diaspal.

Menteri PKP lalu meminta nomor kontak warga yang mengeluh soal banjir agar melaporkan persoalan banjir yang akan diperbaiki pihak pengembang.

Baca juga :  Musrenbang RKPD 2025 Pj Bupati Dedi Supandi Minta Isu Strategis Harus Jadi Arah Pembangunan Majalengka

“Sebagai menteri memang perlu turun ke lapangan untuk memastikan kenyamanan para penghuni rumah bersubsidi,” kata Maruarar Sirait.

Dalam sidak tersebut, Maruarar Sirait juga menemukan 1 unit rumah bersubsidi yang nampak hampir roboh.

“Tolong jelaskan mengapa ada rumah bersubsidi seperti ini, apakah dibiarkan penghuninya atau kenapa, kan seharusnya setahun setelah akad harus sudah ditempati,” ucapnya.

Baca juga :  Koramil 1905 Jatiluhur Menggelar Karya Bakti Penanaman Pohon di Desa Jatimekar

Dalam sidak lainnya di Perumahan Suropati Residence, Maruarar Sirait mengakui secara umum kondisinya sudah baik.

Walaupun ia juga tidak memungkiri ada beberapa keluhan yang disampaikan penghuni. Seperti soal perlunya penerangan jalan.

Yang positif disini (Perumahan Suropati Residence), saya tanya masyarakat airnya oke, aman. Jadi saya pikir ada yang sudah baik dan ada yang belum baik sehingga perlu diperbaiki,” pungkasnya.

Baca juga :  Darurat Peredaran Obat Keras di Cianjur: Penegakan Hukum Jadi Sorotan Publik
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!