Dpnews Indonesia || Bekasi – Sebanyak 30 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tarunabakti di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Gizi Gratis (MBG). Kepala sekolah SDN Tarunabakti, Nani Hertiani, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa dugaan sementara keracunan disebabkan oleh tempe yang sudah tidak layak konsumsi.
Pihak sekolah telah melakukan investigasi internal untuk mengetahui sumber masalahnya dan menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan. Sekolah juga telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan keselamatan siswa-siswi dan bekerja sama dengan pihak terkait.
Siswa yang mengalami keracunan telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Orang tua siswa juga telah dihubungi untuk memantau kondisi anak-anak mereka.
Yayu Wahyuni, guru kelas 1, yang juga mengalami gejala keracunan, menceritakan pengalamannya.
“Saya sudah makan tempe yang ternyata tidak layak konsumsi. Saya mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Meskipun sudah minum susu, saya masih merasa pusing,” kata Yayu.
Kasus keracunan makanan di sekolah ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan di sekolah.











