Dpnews Indonesia || Cianjur – Hari Bersejarah untuk Pertanian Cianjur, Panen Raya Jagung Hibrida Hasil Sinergi Polri, FKDB, dan Petani Lokal.
Momen bersejarah Panen Raya Jagung Hibrida tersebut berlokasi di Lahan Bela Negara tepatnya di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada selasa, (20/5/24).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pilot Project Baharkam Polri dan FKDB (Forum Komunikasi Doa Bangsa) yang bertujuan mendukung program ketahanan pangan nasional dan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan.
Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Edy Murbowo, menyampaikan kebanggaannya atas capaian proyek tersebut.
“1 hektar lahan menghasilkan 11,5 ton jagung kering bonggol. Prestasi Produktivitas: 11,5 Ton per Hektar. Ini bukti nyata Polri sebagai penggerak dan pengawal ketahanan pangan. Kami konsisten bersinergi dengan petani, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia mandiri pangan,” katanya di lokasi panen raya.
Ia menjelaskan bahwa luas lahan yang dipergunakan dalam proyek tersebut seluas 10 hektar, sementara untuk detailnya 4 hektar telah dipanen sebelumnya dengan hasil 8,03 ton.
“10 hektar, 4 hektar telah dipanen sebelumnya dengan hasil 8,03 ton, sisanya 6 hektar dipanen hari ini, dan Potensi perluasan 30 hektar (2 hektar sedang berjalan, 17 hektar dalam tahap verifikasi). Total target: 50 hektar dengan skema kemitraan PT Doa Bangsa Agrobisnis (40% untuk pertanian, 60% untuk FKDB),” jelasnya.
Dari kegiatan tersebut dampak Sosial-Ekonomi Petani Sejahtera, Inflasi Terkendali. Program ini melibatkan 20 petani lokal dengan pendapatan setara Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur.
Menurut Suwarso perwakilan petani menuturkan.
“Kami yang awalnya hanya petani mandiri, kini dibimbing teknik budidaya modern. Dari tidak tahu cara menanam jagung yang benar, kini kami panen berkualitas. Program ini bukan sekadar untung materi, tapi juga ilmu dan harga diri,” ungkapnya.
Pada kesempatan Bupati Cianjur yang diwakili Kadis Pertanian pada sambutannya, menyampaikan.
“Panen ini adalah buah inovasi teknologi pertanian modern dan kolaborasi multidimensi. Kami apresiasi upaya ini yang tak hanya menguatkan ekonomi petani, tetapi juga membuka peluang ekspor. Pemerintah akan terus dukung melalui sarana produksi, pelatihan, dan akses pasar,” ungkap Kadis Pertanian Cianjur.
Adapun keunggulan Jagung Hibrida Solusi Masa Depan Pertanian
Jagung hibrida dipilih sebagai komoditas unggulan karena produktivitas Tinggi Tongkol lebih besar dan jumlah lebih banyak, kualitas bibit unggul Nutrisi tinggi dan ukuran seragam, Ketahanan Lingkungan Adaptif di berbagai kondisi termasuk lahan kering.
Komitmen Polri dan FKDB dari Lahan Tidur ke Lahan Produktif
FKDB, organisasi kemasyarakatan mandiri sejak 2017, telah mengubah lahan terlantar menjadi produktif melalui skema ekonomi berkelanjutan. Kakorbinmas Polri menegaskan Kolaborasi ini adalah bukti kerja hulu. Jika masyarakat sejahtera, kamtibmas terjaga. Kami akan replikasi program ini ke wilayah lain dengan pendampingan.
Hadir dalam Acara Kapolres Cianjur, Dandim 0608 Cianjur, serta jajaran Kementerian Pertanian dan Kemendes PDTT. Menandai komitmen berkelanjutan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.











