Dpnews Indonesia || Cianjur – Rasa syukur dan ikatan kemanusiaan yang terjalin pasca-gempa Cianjur 2022 kini diwujudkan dalam aksi nyata. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur menginisiasi penggalangan dana nasional untuk membantu masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatra: Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Donasi dibuka untuk umum hingga 15 Desember 2025.
Gerakan ini lahir dari memori kolektif tentang dukungan luar biasa yang pernah diberikan masyarakat ketiga provinsi tersebut ketika Cianjur berduka.
“Solidaritas mereka waktu itu sangat menguatkan. Banyak relawan dan donatur yang datang langsung ke kantor kami, tak kenal lelah membantu proses pemulihan. Sekarang, saat saudara-saudara kita di Sumatra menghadapi musibah, adalah tanggung jawab moral kami untuk membalas kebaikan itu,” ungkap Koordinator BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Cianjur, Hilman Saukani, dalam konferensi pers, Rabu (10/12/2025).
Hilman menekankan bahwa aksi kemanusiaan ini tidak akan mengganggu komitmen berkelanjutan BAZNAS Cianjur terhadap para penyintas gempa yang masih memerlukan pendampingan, terutama di wilayah Cianjur Selatan.
“Prinsip kami jelas: bantuan berjalan beriringan. Di sini tetap kami perhatikan, di sana kami bantu. Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah atau waktu,” tegasnya tegas.
Masyarakat yang tergerak untuk berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui:
· Rekening resmi: BSI 1000296585 a.n. BAZNAS Kabupaten Cianjur
· Platform digital: bit.ly/cianjurpedulisumatera
“Kami mengajak seluruh pihak, dari individu, komunitas, hingga pelaku usaha, untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatra. Pastikan kontribusi disalurkan melalui jalur resmi agar transparan dan tepat sasaran,” ajak Hilman.
Seluruh dana yang terkumpul akan dikelola dan didistribusikan secara langsung ke lokasi bencana oleh tim gabungan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dengan pelaporan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Di balik setiap bencana, ada peluang untuk memperkuat ikatan sebagai bangsa. Di sinilah semangat gotong royong dan balas budi menjadi penopang kita. Di mana ada penderitaan, di situlah kita harus hadir,” tutup Hilman mengingatkan.











