Dpnews Indonesia || Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur melakukan rotasi, mutasi, dan promosi pejabat struktural di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) pada 10 Januari 2026. Pelantikan ini mencakup puluhan pejabat eselon II, III, dan IV, dari kepala dinas hingga kepala UPTD.
Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Drs. Ahmad Danial, sebagai Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta Denny Widya Lesmana, SSTP, M.Ec.Dev sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi.

Namun, publik belum mendapatkan penjelasan terbuka mengenai indikator kinerja yang digunakan dalam proses mutasi tersebut. Apakah pejabat yang digeser dinilai gagal? Ataukah mutasi ini murni rotasi rutin tanpa dasar evaluasi kinerja yang transparan?
Rotasi juga menyentuh posisi kepala bidang di OPD strategis seperti Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, serta DP2KBP3A. Pergantian serentak ini menimbulkan tanda tanya soal kesinambungan program dan efektivitas pelayanan di lapangan.
Masyarakat menilai, pergantian pejabat tidak otomatis berbanding lurus dengan perbaikan layanan, jika tidak dibarengi target kerja yang jelas dan pengawasan ketat. Pemerintah daerah berharap pengisian jabatan ini dapat memperkuat pelayanan publik.
Namun, publik kini menunggu bukan sekadar nama dan jabatan baru, melainkan hasil kerja yang terukur, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Mutasi massal ini menjadi ujian serius bagi pemerintah daerah: apakah mutasi kali ini akan melahirkan perubahan nyata, atau kembali berakhir sebagai rutinitas birokrasi tanpa dampak signifikan?
Dengan demikian, masyarakat Cianjur berharap agar pemerintah daerah dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan transparan, serta memprioritaskan kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan yang diambil.











