Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Jadi Sorotan Internasional

49
×

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Jadi Sorotan Internasional

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Kecelakaan tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam menjadi perhatian media internasional. Proses evakuasi korban yang berlangsung dramatis turut menjadi sorotan dunia melalui berbagai video yang viral di media sosial.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.57 WIB ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi menabrak bagian belakang KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang yang sedang berhenti di jalur 1 stasiun tersebut. Tabrakan didahului insiden taksi mogok di perlintasan tidak resmi sekitar 300 meter dari stasiun, yang menyebabkan gangguan operasional jalur kereta.

Baca juga :  Kacamata Pintar Meta Disalahgunakan untuk Rekam Perempuan Tanpa Izin, Picu Kekhawatiran Pelecehan

Menurut data terbaru yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga Selasa (28/4/2026) pagi, kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 84 lainnya. Sebagian besar korban berasal dari gerbong belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan yang mengalami kerusakan parah dan ringsek akibat benturan.

Baca juga :  Bupati Cianjur Sampaikan Harapan Pentingnya Mengembangkan Wilayah Yang Berdaulat di HUT RI ke-80

Tim gabungan Basarnas, Damkar, TNI-Polri, dan relawan melakukan evakuasi secara intensif. Beberapa korban terjepit di dalam gerbong sehingga petugas terpaksa memotong badan kereta menggunakan peralatan berat. Video proses evakuasi yang menunjukkan upaya penyelamatan di tengah puing-puing dan keterbatasan ruang tersebut menyebar luas dan menjadi viral, menarik perhatian media seperti Al Jazeera, BBC, The Guardian, serta Associated Press (AP).

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan pihaknya fokus pada penanganan korban dan keluarga. Investigasi penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan error sinyal, masih dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Baca juga :  Kapolres Metro Bekasi Beri Himbauan Kamtibmas dan Titipkan Al-Qur’an di Masjid Al Muttaqien Cikarang Utara

Insiden ini menambah catatan kecelakaan kereta api di Indonesia dan memicu pembicaraan publik mengenai keselamatan transportasi massal. Operasional jalur Bekasi–Cikarang sempat terganggu dan kini sedang dipulihkan secara bertahap.

Hingga berita ini ditulis, proses identifikasi korban dan perawatan luka masih berlangsung di sejumlah rumah sakit terdekat. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menghindari lokasi kejadian guna mendukung kerja tim penyelamat.

Baca juga :  Iming Iming Diskon Cicilan, Oknum Bank Keliling di Cipeundeuy Diduga Ngajak Mesum Kepada Nasabah
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!