Dpnews Indonesia || Jakarta – PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sedang mengkaji berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek tambang emas dan tembaga melalui anak usahanya, PT Gayo Mineral Resources (GMR). Kajian ini mencakup opsi initial public offering (IPO) saham anak usaha tersebut.
Direktur dan Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyadi, menyatakan bahwa pengembangan GMR ke tahap komersial merupakan rencana strategis jangka panjang perseroan. Saat ini, proyek yang berlokasi di Gayo Lues, Aceh, masih berada pada tahap eksplorasi lanjutan dan ditargetkan memulai operasi komersial pada 2029.
“Perseroan mengkaji sejumlah opsi sumber pendanaan yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada IPO saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” ujar Mukson dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada April 2026. Seluruh opsi pendanaan masih dalam tahap kajian internal dengan mempertimbangkan berbagai aspek relevan, termasuk besaran investasi yang dibutuhkan.
Proyek GMR melibatkan potensi emas dan tembaga di wilayah Aceh. DEWA sebelumnya telah mengalokasikan belanja modal (capex) eksplorasi sekitar Rp 450 miliar untuk memperkuat ekspansi ke sektor mineral di luar batubara. Perusahaan juga telah memperoleh fasilitas kredit sindikasi dalam jumlah besar guna mendukung kegiatan operasional dan pengembangan.
Hingga saat ini, DEWA belum mengambil keputusan final mengenai skema pendanaan. Perseroan terus memantau kondisi pasar dan melakukan evaluasi internal untuk memastikan langkah yang paling optimal bagi pengembangan aset strategis ini.











