Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Jalan Berliku BGN: Mampukah Nanik S. Deyang Benahi Tata Kelola Gizi Nasional?

63
×

Jalan Berliku BGN: Mampukah Nanik S. Deyang Benahi Tata Kelola Gizi Nasional?

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kepemimpinan pada 2 Juni 2026. Nanik Sudaryati Deyang, yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, ditunjuk sebagai Kepala baru menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian ini mencerminkan tantangan kompleks lembaga tersebut dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN dibentuk sebagai lembaga strategis untuk mengatasi masalah stunting dan gizi buruk di Indonesia. Namun, perjalanannya dinilai berliku. Sejak awal pelaksanaan MBG, lembaga ini menghadapi berbagai kritik, mulai dari isu tata kelola, pengawasan dapur umum, hingga insiden keracunan makanan yang sempat menimpa ratusan penerima manfaat. Evaluasi pemerintah terhadap kinerja BGN selama 1,5 tahun terakhir menjadi dasar keputusan pergantian kepemimpinan.

Baca juga :  DPC Persatuan Putra Putri Angkatan Darat Kabupaten Cianjur Resmi Dibentuk

Nanik S. Deyang, lahir di Madiun pada 3 Januari 1968, memiliki latar belakang sebagai jurnalis senior dan pengalaman birokrasi di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Sebagai Wakil Kepala BGN sebelumnya, ia dikenal aktif melakukan sidak langsung ke lapangan dan menutup ribuan dapur MBG yang tidak memenuhi standar. Dalam pernyataan pertamanya, Nanik menyebut jabatan baru ini sebagai “amanah dan tanggung jawab yang amat sangat besar” untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan gizi terbaik sekaligus mendukung ekonomi kerakyatan.

Para pengamat dan anggota DPR menyambut positif penunjukan ini, namun menekankan sejumlah pekerjaan rumah mendesak. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris dari PDIP mendorong Nanik untuk memprioritaskan peningkatan kualitas gizi dan pengawasan ketat, bukan sekadar target kuantitas penerima manfaat.

Baca juga :  Antusias Warga Pulo Bambu Desa Karang Sentosa di Pesta Demokrasi Menyuarakan Hak Pilih

Dengan anggaran MBG yang mencapai triliunan rupiah dan target perluasan nasional, tantangan utama Nanik adalah memperbaiki tata kelola, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun kepercayaan publik. Keberhasilan BGN di bawah kepemimpinannya akan sangat menentukan capaian pemerintah dalam menghadirkan generasi emas Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.

Hingga kini, program MBG tetap berjalan, sementara pemerintah terus memantau implementasi perbaikan di bawah kepemimpinan baru.

Baca juga :  Medali Emas Panjat Tebing Bawa Indonesia Naik Klasemen Olimpiade Paris
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!