Dpnews Indonesia || Kupang – Keluarga dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha mengungkap fakta baru terkait meninggalnya dokter muda tersebut. Almarhumah ditemukan tak bernyawa di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/6/2026).
Menurut paman kandung korban, Fabianus Banase, keluarga menemukan dua unit ponsel genggam milik dr. Icha beserta satu lembar surat tulisan tangan yang diduga merupakan surat wasiat saat tiba di lokasi kejadian. Surat tersebut telah diamankan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kami datang terlambat. Almarhumah sendiri dan kami temukan dua handphone serta satu surat semacam wasiat yang ia tulis. Surat itu sekarang ada di tangan penyidik,” ujar Fabianus di rumah duka.
Keluarga mengaku belum sempat membaca isi lengkap surat tersebut karena langsung disita polisi. Penyelidikan Polsek Kupang Tengah dan Polres Kupang masih berlangsung untuk mengetahui kronologi pasti dan isi pesan terakhir almarhumah.
Kasus ini menarik perhatian publik setelah muncul dugaan dr. Icha mengalami tekanan psikologis berat akibat intimidasi dari oknum anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Kementerian Kesehatan RI menyatakan akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan tersebut.
Polisi terus mendalami barang bukti, termasuk dua ponsel dan surat wasiat, guna mengungkap penyebab kematian dokter yang bertugas di RS Leona Kefamenanu itu.











