Dpnews Indonesia || Cianjur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif. Salah satunya diwujudkan lewat panen raya budidaya ikan lele di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (18/9/2026).
Program tersebut melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara langsung, mulai dari pendederan benih, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan hingga proses pemanenan.
Kegiatan budidaya ikan lele tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran keterampilan dan pembentukan etos kerja bagi warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, WBP dibekali pengetahuan praktis di bidang perikanan air tawar, sekaligus dilatih disiplin, teliti dan bertanggung jawab.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, mengatakan panen raya tersebut merupakan bagian dari inovasi pembinaan yang berkelanjutan dan memiliki manfaat langsung bagi Lapas maupun warga binaan.
“Program pembinaan kemandirian harus memberikan keterampilan konkret bagi warga binaan sekaligus menunjang ketahanan pangan di internal Lapas,” ujar Prayogo.
Menurutnya, pemanfaatan lahan SAE untuk budidaya lele menjadi salah satu upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Selain sebagai tempat produksi pangan, area tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran vokasional bagi warga binaan.
Hasil panen lele selanjutnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan harian di dapur Lapas Cianjur. Dengan demikian, program tersebut turut mendukung penyediaan sumber protein hewani bagi warga binaan sekaligus membantu efisiensi kebutuhan bahan makanan.
Lapas Cianjur berkomitmen mengembangkan program serupa di area SAE, termasuk budidaya sayuran hidroponik dan peternakan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.











