Dpnews Indonesia || Cianjur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur terus memperkuat program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satunya melalui pelatihan moralitas dan budi pekerti bertema Who I Am yang digelar bersama Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia.
Kegiatan yang mengusung subtema Mengenal Diri, Menumbuhkan Kesadaran, Membangun Pribadi yang Lebih Baik tersebut diikuti 53 WBP. Para peserta diajak melakukan refleksi diri, mengenali potensi, mengevaluasi masa lalu, serta membangun harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Salah satu pemateri dari Yayasan menyampaikan bahwa Who I Am bukan sekadar pertanyaan, tetapi menjadi bagian dari proses membangun kesadaran diri.
“Warga binaan masih memiliki nilai, masih punya harapan, dan masih bisa berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik,” ujarnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, bersama jajaran pejabat struktural turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa masa pidana hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
“Menjalani masa pidana harus dijadikan ruang untuk membentuk pola pikir yang lebih positif, belajar mengenal diri, menyadari kekurangan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat dengan membawa perubahan,” kata Prayogo.
Menurutnya, Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga ruang pembinaan bagi WBP untuk bertumbuh dan mengembangkan potensi diri.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Cianjur berharap para WBP dapat mengalami perubahan positif, baik secara sikap maupun pola pikir, sehingga siap menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para peserta untuk merefleksikan penyesalan, menyampaikan harapan, serta membangun kembali cita-cita yang ingin diwujudkan setelah kembali ke tengah masyarakat.











