Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Karhutla di TN Gunung Rinjani Meluas, Area Terdampak Capai 977 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup

32
×

Karhutla di TN Gunung Rinjani Meluas, Area Terdampak Capai 977 Hektare, Jalur Pendakian Ditutup

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Lombok Utara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat, terus meluas. Hingga Sabtu (26/9/2026), luas areal yang terdampak diperkirakan mencapai 977,74 hektare.

Api pertama kali terdeteksi di Bukit Setampol, Resort Torean, pada Selasa (22/9/2026). Kobaran kemudian merembet ke Puncak Sangkareang serta kawasan Resort Torean dan Senaru. Vegetasi yang terbakar didominasi rumput, ilalang, semak, dan tumbuhan bawah lainnya.

Baca juga :  Wakil Ketua DPRD Cianjur Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyatakan angka tersebut masih bersifat sementara. “Angka tersebut masih merupakan estimasi sementara dan akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan lapangan, dokumentasi udara menggunakan drone, serta verifikasi batas areal terdampak setelah kondisi di lapangan memungkinkan,” ujarnya.

Sebanyak sekitar 80 personel dari tim gabungan diterjunkan untuk memadamkan api di sejumlah titik, termasuk Bukit Setampol, jalur Torean, Pos 3 dan Pelawangan Senaru, serta area Puncak Sangkareang. Proses pemadaman menghadapi kendala berupa angin kencang, vegetasi kering yang mudah terbakar, medan terjal yang sulit dijangkau, serta cuaca berkabut.

Demi keselamatan pengunjung dan mendukung upaya pemadaman, Balai TNGR menutup sementara jalur pendakian via Torean (sejak 23 September) dan Senaru (mulai 26 September) hingga batas waktu yang belum ditentukan. Calon pendaki yang telah memiliki e-tiket diimbau melakukan penjadwalan ulang atau mengalihkan pintu masuk melalui jalur Sembalun, Lombok Timur. Pendaki yang masih berada di kawasan diarahkan mengikuti petunjuk petugas.

Pemadaman dan pemantauan terus dilanjutkan. Luas areal terdampak akan diperbarui seiring perkembangan kondisi di lapangan.

Baca juga :  Dinkes Purwakarta Capai 100 Persen Pengukuran Intervensi Serentak Pencegahan Stunting
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!