Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Terjebak di Sumur Kering Sedalam 18 Meter, Seorang Warga Bandung Barat Meninggal Dunia

47
×

Terjebak di Sumur Kering Sedalam 18 Meter, Seorang Warga Bandung Barat Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Insiden tragis terjadi di Kampung Ciburial, Desa Jatimekar, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (1/10/2026). Seorang warga meninggal dunia setelah terjebak di dalam sumur kering sedalam sekitar 18 meter saat berupaya menolong rekannya.

Peristiwa bermula ketika Rian Riandi (21), warga Desa Tenjolaut, Kecamatan Cikalongwetan, turun ke dalam sumur untuk mengambil senter yang terjatuh. Namun, setibanya di dasar sumur, Rian diduga mengalami kekurangan oksigen hingga kehilangan kesadaran dan tidak mampu kembali ke permukaan.

Baca juga :  TKW Alami Cedera Lutut, Kenapa Yang di Operasi Perut

Melihat rekannya dalam kondisi bahaya, Reynaldi (30) kemudian turun untuk memberikan pertolongan. Namun, kondisi udara yang minim oksigen turut membuat Reynaldi kesulitan keluar dari sumur.

Reynaldi sempat berteriak meminta pertolongan. Teriakannya terdengar oleh istrinya, Dede Siti Sulastri, yang kemudian meminta bantuan warga sekitar.

“Mendengar teriakan korban, istrinya kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar,” ujar Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi.

Warga yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya evakuasi. Sekitar pukul 09.30 WIB, Rian berhasil dievakuasi dalam kondisi lemas dan langsung dibawa ke Puskesmas Cipeundeuy untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga :  Ketua Komite Pencegahan Korupsi Jabar E. Suhendi Desak Gubernur Copot Kepala UPTD Will II Sukabumi

Sementara itu, proses evakuasi Reynaldi berlangsung lebih lama dan baru berhasil dilakukan sekitar pukul 10.45 WIB. Korban kemudian dibawa ke UGD Naura Husada. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan Reynaldi dinyatakan meninggal dunia.

Polsek Cipeundeuy bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas mengamankan area, melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Petugas sudah melakukan pengecekan TKP, mengamankan lokasi, serta meminta keterangan saksi-saksi,” kata Kompol Suandi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan bahaya ruang terbatas seperti sumur kering, yang dapat memiliki kadar oksigen rendah atau mengandung gas berbahaya. Kondisi tersebut membutuhkan prosedur dan peralatan keselamatan khusus sebelum dilakukan evakuasi.

Baca juga :  Siswa SMP Dayeuhkolot Ramai-ramai Kembalikan Menu MBG karena Bau Tak Sedap, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!