Dpnews Indonesia || Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) se-Indonesia per Rabu, 7 Oktober 2026, masih stabil. PT Pertamina Patra Niaga serta badan usaha swasta seperti BP-AKR, Shell, dan Vivo tidak melakukan penyesuaian harga dibandingkan periode September 2026.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap sama dengan bulan sebelumnya. Kebijakan harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, berlaku hingga akhir 2026 sesuai arahan pemerintah.
Harga BBM Subsidi (berlaku nasional)
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar (Solar subsidi): Rp6.800 per liter
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina (contoh wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur)
- Pertamax (RON 92): Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 per liter
Harga nonsubsidi bervariasi antarwilayah karena perbedaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Contohnya, di Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter, sedangkan di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau mencapai Rp16.650 per liter. Di Free Trade Zone (FTZ) Sabang dan Batam, harga lebih rendah.
Harga di SPBU Swasta (wilayah Jabodetabek dan sekitarnya)
- BP 92: Rp16.130 per liter
- BP Ultimate: Rp19.330 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter
- Vivo Revvo 92: Rp16.130 per liter
Masyarakat disarankan memverifikasi harga terkini melalui aplikasi MyPertamina atau laman resmi masing-masing penyedia sebelum mengisi bahan bakar, karena harga dapat berbeda di setiap daerah.











