Dpnews Indonesia || Cianjur – Persoalan infrastruktur, keterbatasan air bersih, hingga minimnya lapangan pekerjaan menjadi keluhan utama masyarakat dalam kegiatan reses Sidang ke-1 Tahun 2026–2027 Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Fahmi Zulfahmi, di Daerah Pemilihan (Dapil) II.
Reses yang mencakup Kecamatan Cibeber, Warungkondang, Gekbrong, dan Cugenang tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan pemerintah daerah.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah kondisi infrastruktur jalan. Warga menyebut sekitar 40 persen ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Kerusakan jalan dinilai menghambat mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, akses pendidikan, hingga distribusi hasil pertanian.
Selain itu, warga mendesak adanya pembangunan sumur bor untuk mengatasi kesulitan air bersih saat musim kemarau. Selama ini, masyarakat mengaku kerap mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk rumah tangga maupun pertanian.
Namun, persoalan yang paling mendesak adalah minimnya lapangan pekerjaan. Tingginya angka pengangguran membuat sebagian pemuda terpaksa mencari pekerjaan ke luar daerah demi memenuhi kebutuhan hidup.
H. Fahmi Zulfahmi mengakui, persoalan tersebut menjadi aspirasi dominan yang disampaikan masyarakat selama kegiatan reses. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai pada Jumat (30/10/2026).
“Memang ada keluhan sekitar 40 persen jalan rusak, ada harapan sumur bor, tetapi yang paling krusial adalah lapangan kerja,” ungkap Fahmi.
Ia berjanji akan membawa seluruh aspirasi masyarakat ke forum pembahasan DPRD serta memperjuangkannya agar menjadi perhatian dan prioritas Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam penyusunan anggaran mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bagi masyarakat Dapil II, reses bukan sekadar agenda silaturahmi dengan wakil rakyat. Mereka berharap adanya tindakan nyata berupa perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih yang berkelanjutan, serta pembukaan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Masyarakat pun menaruh harapan kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar berbagai aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebatas catatan reses, melainkan ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang konkret dan berkelanjutan.











