Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Kampung Selagedang, Desa Nagrak, Kabupaten Cianjur menyambut kedatangan Hj Lis Boy, politisi Partai Demokrat, dalam kegiatan reses yang digelar pada 21 Mei 2026. Ini bukan kali pertama Hj Lis Boy turun langsung ke wilayah tersebut untuk menyerap keluhan dan masukan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Hj Lis Boy menegaskan bahwa Kampung Selagedang merupakan salah satu kantong suara yang konsisten mendukungnya sejak awal pencalonan hingga ia duduk di kursi dewan provinsi maupun kabupaten. Karena itu, ia memprioritaskan kebutuhan warga di kampung tersebut sebagai bentuk tanggung jawab politik dan sosial.
Salah satu fokus yang disampaikan adalah dukungan untuk pelaku UMKM di Desa Nagrak. Menurut Hj Lis Boy, bantuan untuk usaha kecil sudah disalurkan dan akan terus ditindaklanjuti agar ekonomi warga bisa tumbuh lebih mandiri. Ia juga menyebut koordinasi dengan kepala desa menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
Warga juga menyampaikan aspirasi terkait sarana ibadah. Bantuan untuk masjid besar di kampung tersebut menjadi salah satu poin yang ditampung langsung oleh Hj Lis Boy. Selain itu, perbaikan jalan-jalan lingkungan yang rusak juga masuk dalam daftar keluhan yang akan dikawal ke tingkat pemerintahan terkait.
Isu pendidikan turut mencuat, terutama terkait Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Masyarakat berharap ada perbaikan program dari pemerintah kabupaten karena evaluasi terus dilakukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan anak-anak di lapangan.
Hj Lis Boy menyatakan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi. Ia menekankan, sebagai wakil rakyat tidak etis jika ia tidak mendengarkan. “Ada masukan-masukan yang baik dari masyarakat supaya kami tahu bagian mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Topik lain yang dibahas adalah terkait MBG . Hj Lis Boy menyebut ada wacana pemerintah menyesuaikan kembali sistem penerima manfaat dari 7 hari menjadi 5 hari per minggu. Ia berharap perubahan ini bisa lebih efektif.
Ia juga menyoroti program MBG yang saat ini menjangkau sekitar 360 dapur MBG Yang ada di kabupaten Cianjur. Menurutnya, program tersebut perlu dievaluasi karena belum seluruh tim pelaksana mendapatkan izin resmi. Tanpa evaluasi, dikhawatirkan tujuan awal program tidak tercapai secara optimal.
Diakhir pertemuan, Hj Lis Boy menegaskan komitmennya untuk tetap eksis di tengah masyarakat. Tujuannya sederhana, agar kebijakan yang dibuat tidak hanya sekadar program, tapi benar-benar memberi keuntungan dan manfaat nyata bagi warga Kampung Selagedang, Desa Nagrak.











