Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Car Free Day Jalan KH Achmad Munawar Cikaroya Warungkondang Diduga Jadi Ajang Pungli

737
×

Car Free Day Jalan KH Achmad Munawar Cikaroya Warungkondang Diduga Jadi Ajang Pungli

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Sejumlah pengendara baik roda 2 maupun 4 resah dengan adanya pungutan bagi mereka yang hendak melintasi jalan KH Ahmad Munawar, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu, (16/3/25).

Menurut salah satu pengendara roda 4, Sebut saja A yang kerap melintasi jalan tersebut mengatakan, bahwa pungutan tersebut telah lama berlangsung di setiap hari minggu pada saat Car free day berlangsung.

Baca juga :  Rumah Ketua Forsa Cianjur Disatroni Maling Kerugian Mencapai 40 Juta Rupiah

“Cfd di sepanjang jalan KH Munawar Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang sepertinya dijadikan ajang Pungli. Para pengendara roda 4 maupun roda 2 resah setiap yang mau melintas dipinta uang 2000 rupiah, uang itu disetor kemana,” katanya terheran.

Dirinya menginginkan informasi yang jelas, apakah Car free day tersebut resmi diijinkan pemerintah setempat atau tidak.

Baca juga :  Penyuluhan Hukum Pada Pelajar dan Warga Binaan, Upaya Stop Bullying Mari Berteman Tanpa Kekerasan

“Kalau diizinkan agar ditutup resmi agar pejalan kaki tidak terganggu dengan hilir mudiknya kendaran,” ujarnya.

Ia juga membeberkan jika kegiatan CFD tersebut sudah berlangsung tahunan dan digelar setiap hari minggu.

Baca juga :  Peletakan Batu Pertama Gedung Pusdiklat KSPSI Oleh Kapolri

“Sudah lama ada delapan tahunan. Nah! Kemungkinan dengan keluar masuknya kendaraan roda 4 dan roda 2 yang pungutin setiap hari minggu mobil rp 5 000 dan motor rp 2 000 pendapatan kurang lebih 3 juta sampai dengan 5 juta dari jam 6 sampai dengan 09 : 30 Wib ini, uang itu gak tahu disetor kemana,” ungkapnya.

Sementara salah satu petugas yang meminta pungutan mengatakan bahwa kegiatan tersebut hanya dilakukan pada hari minggu dan uang yang berhasil dikumpulkan akan dipergunakan untuk acara pembagian takjil.

Baca juga :  Pemerintah Matangkan Formula Baru UMP 2026, Kenaikan Akan Gunakan Sistem Rentang

“Untuk motor 2 ribu kalau mobil 5 ribu,” katanya sembari meminta pungutan.

Petugas tersebut juga sempat mengatakan bahwa dirinya merupakan bagian dari karangtaruna setempat.

“Kami dari karangtaruna, lagi cafe Free day uang nya nanti buat acara takjil,” ungkapnya.

Baca juga :  Ikatan Kelurga Minang Cikarang (IKMC) Santuni 200 Anak Yatim dan Dhuafa di Cikarang
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!