Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Badai PHK Buruh Belum Usai, Riset Sebut 20 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Lapangan Kerja

95
×

Badai PHK Buruh Belum Usai, Riset Sebut 20 Ribu Pekerja Terancam Kehilangan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia diprediksi masih berlanjut. Menurut riset terbaru yang dirilis hari ini, sebanyak 20 ribu buruh di berbagai sektor terancam kehilangan pekerjaan dalam waktu dekat.

Riset yang dilakukan oleh lembaga kajian ketenagakerjaan tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi pascapandemi belum merata. Beberapa faktor utama yang menjadi pemicu adalah efisiensi biaya perusahaan akibat tekanan inflasi, perubahan teknologi, serta penurunan permintaan ekspor di sektor manufaktur dan tekstil.

Baca juga :  Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dolar AS, Presiden Prabowo Panggil Menteri ke Istana

“Meski angka pengangguran secara nasional relatif stabil, ancaman PHK massal di level perusahaan masih tinggi, terutama di wilayah industri Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah,” ungkap salah satu peneliti utama dalam keterangan resminya.

Data riset juga menyebutkan bahwa kelompok buruh kontrak dan pekerja informal menjadi yang paling rentan. Hingga saat ini, beberapa perusahaan besar telah mengumumkan rencana restrukturisasi yang berpotensi berdampak pada ribuan karyawan.

Baca juga :  Aspirasi Warga Mentengsari Dalam Musdes Berharap Somantri Kembali Jabat Kepala Desa

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan sedang memantau situasi ini dan mendorong dialog antara perusahaan dengan serikat pekerja untuk meminimalkan dampak sosial. Pemerintah juga menyiapkan program pelatihan dan penyerapan tenaga kerja baru guna mengantisipasi lonjakan pengangguran.

Perkembangan lebih lanjut mengenai gelombang PHK ini akan terus dipantau.

Baca juga :  Seluruh Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Berhasil Dievakuasi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!