Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Diduga Tambang Ilegal, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Hingga Usus Terburai di Cikalongkulon

120
×

Diduga Tambang Ilegal, Seorang Penambang Tewas Tertimpa Batu Hingga Usus Terburai di Cikalongkulon

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Seorang penambang batu di galian c Mumuh (65) tewas di tempat, akibat tertimpa batu di galian C yang di duga ilegal, berlokasi di Desa Mekarsari kecamatan Cikalongkulon kabupaten Cianjur Jawa Barat, Mumuh tewas tertimpa batu hingga usus terburai, pada minggu 31/05/26 sekitar jam 8 pagi.

Korban di evakuasi oleh para warga sekitar tambang, dengan menggunakan alat seadanya, karena yang ada di lokasi tambang hanya penambang manual yang hanya menggunakan linggis dan palu. Sedangkan batu yang menimpa tubuh korban bukan batu kecil melainkan yang berbobot.

Baca juga :  Aldi Yudistira SE Anggota DPRD Cianjur Fraksi PDI-P Laksanakan Reses di Desa Nagrak

Kronologi kejadian berawal empat orang penambang melakukan kegiatan, namun jarak ke empat orang tersebut agak berjauhan. Dan sekitar jam 7.30 WIB, terdengar getaran batu besar jatuh dan tepat di bawahnya lokasi korban Mumuh (65) bersama rekanya, namun rekanya selamat dari longsoran tersebut. Korban Mumuh tertimpa di bagian perut hingga usus dan bagian perut lainya terburai,” terang warga yang enggan di sebutkan namanya.

Memang galian ini sudah berjalan beberapa tahun, tapi sempat di tutup dan tidak lagi ada alat berat, namun aktifitas nambang secara manual terus berjalan. Kejadian pun bukan pertama kali bahkan beberapa kali, yang lebih parahnya lagi peristiwa kemarin, seorang penambang tertimpa batu hingga usus terburai,” jelasnya.

Baca juga :  Pemdes Pasanggrahan Realisasikan Pengadaan Mobil Ambulance Desa

Memang galian ini sangat riskan keselamatan, seharusnya sudah aja di tutup jangan ada kegiatan, karna ijinnya pun tak jelas, jangan sampai ada korban korban berikutnya. Tidak mungkin warga berani nambang kalau tidak ada ijin dari pengelola, perlu ada ketegasan dari pihak terkait untuk menutup tambang ilegal, sehingga tidak ada korban lagi, karena di galian ini kurang aman dan tidak ada alat untuk menjaga keselamatan,” tegas warga.

Di tempat terpisah, keluarga korban mengaku pada awak media saat di mintai keterangan, betul bapak saya tertimpa batu besar saat melakukan aktivitas nambang. Saya selaku anak dari korban hanya bisa pasrah melihat kondisi tubuh orang tua saya hancur, bahkan usus dan lainya ikut terburai, dan saya menolak untuk di lakukan otopsi ke rumah sakit, karena ini murni kecelakaan bukan pembunuhan,” terang Isan anak korban, Senin 1/6/26.

Baca juga :  TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 Kodim 0608/Cianjur Resmi Ditutup

Memang dalam hal ini saya atas nama keluarga tidak melibatkan pihak pengelola tambang, namun pengelola tambang galian c Herman (Bogel) memberikan bantuan pada korban sebesar Rp 10 juta rupiah, untuk membantu pemulasaraan jenazah orang tua saya.

“Jadi dalam hal ini saya anak pertama dari almarhum, hanya bisa terima takdir saja, karena walau bagaimana ini bukan pembunuhan melainkam takdir yang tidak bisa di pungkiri,” jelasnya.

Baca juga :  Muscab VII HIPMI Cianjur 2025 Usung Cahya Ibrahim sebagai Calon Tunggal Ketua

Poldes desa Mekarsari membenarkan terkait kejadian ini, memang saya dari awal sudah memberikan masukan pada pengelola Herman (Bogel), untuk selalu kordinasi apabila ada kegiatan, dulu kan pernah kejadian juga dua tahun kebelakang, operator beko sempat tertimpa batu dan sempat di larikan ke rumah sakit cianjur, namun tidak ada korban,” ucap Poldes.

Saya berharap andai ada kegiatan seperti penambangan lebih baik kordinasi terlebih dahulu, karena yang di kawatirkan ada kejadian seperti ini, mendingan kalau ada ijin kalau tidak kan kasian juga,” pungkasnya.

Saat berita ini di tayangkan pihak pengelola tambang tidak bisa di temui, karena saat di temui di lokasi rumah kantor galian C tidak ada di tempat.

Baca juga :  Jelang Ramadhan, Polres Purwakarta Intensifkan KRYD
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!