Dpnews Indonesia || Jakarta – Meski memasuki periode awal musim kemarau 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia selama sepekan ke depan, periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Menurut analisis dinamika atmosfer BMKG, aktivitas Bibit Siklon Tropis 99W serta gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Rossby masih aktif. Kondisi ini menyebabkan peningkatan kelembapan udara dan mendukung pertumbuhan awan hujan di tengah masa transisi musim.
Pada periode 26–28 Mei 2026, hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Selatan, serta hampir seluruh wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, untuk periode 29 Mei–1 Juni 2026, pola serupa diperkirakan berlanjut dengan dominasi hujan ringan hingga sedang di banyak daerah, meski intensitasnya cenderung menurun di beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak seperti banjir lokal, genangan air, dan petir, terutama di wilayah rawan. Masyarakat juga disarankan memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.
Prediksi musim kemarau 2026 secara keseluruhan menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal, meski gangguan atmosfer sesekali masih dapat memicu hujan sporadis di awal Juni.











