Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak pada Agustus

133
×

BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Puncak pada Agustus

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis. Prediksi ini disampaikan dalam konferensi pers resmi BMKG pada Rabu (4/3/2026).

Menurut analisis BMKG, awal musim kemarau dimulai pada April 2026 di 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3% wilayah Indonesia, termasuk pesisir utara Sumatra dan sebagian wilayah timur. Secara bertahap, musim kemarau meluas pada Mei (184 ZOM atau 26,3%) dan Juni (163 ZOM atau 23,3%). Secara keseluruhan, musim kemarau datang lebih awal di 46,5% zona musim dibandingkan normal.

Baca juga :  Pilkades PAW Liunggunung Resmi Tutup, 4 Kandidat Siap Berebut Kursi Kades!

Keterangan gambar foto ilustrasi

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026, mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia. Durasi musim kemarau juga diperkirakan lebih panjang dari normal di 57,2% zona musim (sekitar 400 ZOM), dengan kondisi relatif lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala BMKG Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pergeseran ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026, yang beralih ke kondisi netral atau potensi menuju El Niño lemah. Musim kemarau dimulai dari wilayah Nusa Tenggara dan bergerak ke barat secara bertahap.

Baca juga :  Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, Satu Korban Jiwa dan Tsunami Terdeteksi

BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor pertanian, dan masyarakat untuk melakukan antisipasi dini, termasuk pengelolaan sumber daya air, penyesuaian pola tanam, serta kesiapsiagaan menghadapi risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta dampak pada pasokan air.

Informasi lengkap prediksi ini dapat diakses melalui situs resmi BMKG dan saluran informasi iklim terkait. BMKG akan terus memutakhirkan prakiraan berdasarkan perkembangan kondisi atmosfer dan oseanik.

Baca juga :  SMPN 4 Cibeber Sekolah Penggerak Terapkan Kurikulum Merdeka
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!