Dpnews Indonesia || Cianjur – Kabupaten Cianjur dipercaya menjadi tuan rumah Gema Tunas V Forum PKBM dan SKB Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan pendidikan nonformal tersebut berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet.
Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru” dengan slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli”, kegiatan ini diikuti warga belajar pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Ketua Forum Komunikasi PKBM (FK PKBM) Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, mengatakan Gema Tunas V bukan sekadar kegiatan perkemahan dan perlombaan, tetapi menjadi bagian dari pembinaan karakter warga belajar melalui pendekatan kepramukaan dan experiential learning.
“Gema Tunas V tidak sekadar menjadi ajang perkemahan dan perlombaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan karakter warga belajar melalui berbagai aktivitas yang edukatif dan membangun kebersamaan,” ujar Deni di lokasi kegiatan, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, rangkaian kegiatan seperti jelajah alam, aktivitas kelompok, pentas seni, hingga bakti sosial dirancang untuk menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
Nilai Panca Waluya, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan. Nilai tersebut diharapkan membentuk warga belajar yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, mandiri, sehat, dan mampu menghadapi tantangan era baru.
Pembukaan Gema Tunas V turut dihadiri Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal Kemendikdasmen Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., serta sejumlah pejabat pendidikan lainnya.
Hadir pula Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, M.Pd., serta unsur Forkopimda, termasuk Polres Cianjur dan Kodim 0608/Cianjur.
Deni menilai kepercayaan menjadikan Cianjur sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Ia menegaskan, pendidikan kesetaraan tidak semata-mata berorientasi pada ijazah dan capaian akademik. Pendidikan juga perlu memberikan pengalaman sosial, keterampilan praktis, serta pembentukan karakter agar warga belajar mampu berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui Gema Tunas V, semangat kebersamaan dan nilai Panca Waluya diharapkan dapat dibawa peserta ke daerah masing-masing sebagai bekal dalam membangun generasi muda Jawa Barat yang berkarakter, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan serta masyarakat.











