Dpnews Indonesia || Sukabumi – Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana Gede, Babakan Bandung, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Selasa (25/8/2026) pagi. Jenazah Evi Mentari (37), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sukabumi, akhirnya dimakamkan di tanah kelahirannya.
Puluhan warga, kerabat, relawan, serta perwakilan sejumlah instansi hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, dan doa bersama.
Kepergian Evi tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi momentum menguatnya solidaritas masyarakat. Warga dan relawan Sekber TPPO RI turut mendampingi keluarga sejak proses kepulangan jenazah hingga pemakaman.
Salah seorang tokoh masyarakat menyebut Evi sebagai sosok yang gigih dan memiliki kepedulian besar terhadap keluarganya. Keputusan bekerja ke luar negeri dinilai sebagai bentuk perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masa depan anak-anaknya.
Usai pemakaman, perwakilan keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah. Apresiasi disampaikan kepada relawan Sekber TPPO RI, BP3MI Jawa Barat, KBRI/KJRI, pihak imigrasi, serta masyarakat yang turut memberikan dukungan.
“Kami tidak mampu membalas kebaikan Bapak, Ibu, dan rekan-rekan relawan. Harapan kami yang sempat hampir sirna kini telah dikabulkan Allah SWT. Almarhumah sudah tenang di rumah abadinya,” ujar perwakilan keluarga dengan penuh haru.
Prosesi kemudian ditutup dengan doa dan tausiyah dari ustaz setempat. Hadirin diajak mengambil hikmah dari perjalanan hidup almarhumah, memperkuat kepedulian sosial, serta senantiasa menjaga keselamatan dan kehati-hatian dalam setiap langkah mencari nafkah.
Lambaian tangan dan doa para pelayat mengiringi penutupan liang lahat. Duka masih menyelimuti keluarga, namun keikhlasan perlahan menjadi penguat untuk melanjutkan kehidupan.
Selamat jalan, Evi Mentari. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah, menerima amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat terbaik dalam keadaan husnul khatimah.











