Dpnews Indonesia || Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menyoroti gaya kritik yang disampaikan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurut Idrus, kritik seharusnya dibangun atas dasar argumen rasional dan etika kebangsaan, bukan sekadar menggunakan kata-kata kasar atau makian.
Idrus menyampaikan pandangannya saat ditemui di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta pada Sabtu (13/6/2026). Ia menilai bahwa penggunaan bahasa tidak pantas dalam kritik terhadap kepala negara tidak mencerminkan nilai demokrasi yang sehat.
“Demokrasi memberikan ruang kritikan, tetapi harus tetap terikat oleh etika-etika kebangsaan. Menggunakan kata-kata yang tidak sopan seperti yang dilakukan saudara Tiyo itu sangat tidak pantas,” ujar Idrus.
Lebih lanjut, Idrus mempertanyakan kapasitas kepemimpinan jika pola kritik semacam itu diteruskan. “Bayangkan saja kalau orang-orang seperti itu nanti muncul sebagai pemimpin, mau jadi apa negeri ini?” katanya.
Pernyataan Idrus muncul sebagai respons terhadap kritik publik yang dilontarkan Tiyo Ardianto terhadap pemerintahan Presiden Prabowo. Idrus menekankan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dalam ruang publik demokrasi.
Hingga berita ini diturunkan, Tiyo Ardianto belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.











