dpnewsindonesia, Karawang – Dinas Sosial (dinsos) kabupaten Karawang salurkan bansos yatim dan piatu di desa Kertarahayu dengan nominal Rp.1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) melalui kantor pos, namun diduga asal input nama, sehingga yang di input nama nama yang masih memiliki orang tua.
Dalam program tersebut menimbulkan kegaduhan di masyarakat, karna data saat di akurasikan dengan atas nama betul kesamaan nomor NIK nya namun atas nama tersebut masih memiliki orang tua, dan tidak bisa menerima bansos tersebut.
Menurut operator desa bernama Asep Wahyudin (kulit) karna data tidak sesuai program dan orang tua atas nama masih lengkap maka bansos tersebut di tarik kembali, dan tidak dapat diterima oleh atas nama yang tercantum.
“Karna orang tua atas nama masih lengkap maka bantuan kita return kembalikan ke pihak kantor pos. Ini atas arahan TKSK pak Intang jika atas nama bukan yatim piatu di return aja.” pungkasnya.
Ditambah penyaluran di lakukan oleh pihak desa bukan oleh pihak dari kantor pos, padahal harusnya pihak kantor pos juga ikut turun dalam penyaluran tersebut. Karna jelas kantor pos ikut andil bersama dinas sosial sebagai petugas penyalur bantuan dari dinas sosial.
Ketua organisasi buas ikut angkat bicara, dalam kejadian data yang keliru yang di keluarkan oleh dinas sosial (dinsos) kabupaten Karawang, menurut ketua ormas buas.
“Harus nya sebelum melakukan penyaluran pihak Dinas Sosial (Dinsos) beserta kantor pos kalo memang melibatkan desa harusnya komunikasi dulu dengan desa betul atau tidak data tersebut, jangan asal asalan kaya gitu, dan akhirnya bikin gaduh kan di masyarakat.” pungkas nya.
Dalam penyaluran tersebut Dinsos kabupaten Karawang bersama kantor pos melibatkan pihak desa namun data tidak sinkron, diduga data yang di input oleh pihak Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten Karawang asal asalan, tanpa meminta data dari pihak Desa.
Dalam hal ini diharapkan Kementrian Dinas Sosial untuk tegas memberikan sangsi kepada oknum Dinsos kabupaten Karawang yang asal input data, sehingga menimbulkan kegaduhan di lingkungan masyarakat.
(Mdn)











