Dpnews Indonesia || Cianjur – Program Ketahanan Pangan BUMDes Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat direncanakan pada bidang pertanian dan peternakan.
Adapun keterlambatan pengelolaan dikarenakan Dana Ketahanan pangan Desa Cikaroya sebesar 20 persen dari anggaran dana desa baru diterima pada jumat 18 Juli kemarin.
Hal tersebut diungkapkan Direktur BUMDes Sinar Harapan Rakyat Desa Cikaroya, H. Agus Chandra, SE, Ia mengatakan jika Dana ketahanan pangan Desa Cikaroya sebesar 20 persen yang akan dikelola oleh BUMDes sebesar Rp. 235.856.000 (Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Delapan Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah).
“Tertundanya pelaksanaan usaha yang direncanakan untuk pembelian padi yang langsung digiling dijadikan beras dan telah di schedule kan dari bulan april 2025, dengan tertundanya pencairan dana sehingga kami tidak bisa membeli padi karena saat ini sudah habis masa panennya, untuk melanjutkan usaha ketahan pangan BUMDes Sinar Harapan Rakyat Desa Cikaroya, memulai kembali membuat studi kelayakan yang saat ini usaha ketahan pangan akan di bagi dua pertanian dan perikanan,” katanya, kepada Wartawan, Minggu, (20/7/25).
Agus Chandra menerangkan jika peternakan, pihaknya akan membudidayakan Ikan Nila dan Gurame serta penanaman Pepaya.
“Perencanaan modal usaha ini akan di bagi dua untuk menaman pepaya dianggarkan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan untuk budidaya ikan sebesar Rp. 85.856.000 (Delapan Puluh Lima Juta Delapan Ratus Lima Puluh Enam Ribu Rupiah),” terangnya.
H. Agus juga akan kembali mengajukan studi kelayakan kepada instansi terkait untuk mendapatkan persetujuan.
“Saya perlu waktu untuk membuat study kelayakan kembali yang akan diajukan ke DPMD untuk mendapat persetujuan usaha ketahanan pangan tersebut.
Mohon doanya dari warga masyarakat Desa Cikaroya Semoga usaha ini dapat menguntungkan untuk masyarakat Desa Cikaroya,” pungkasnya.











