Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Ketua Dewan Komisioner OJK Jelaskan Penyebab Fluktuasi IHSG di Tengah Reformasi Pasar Modal

67
×

Ketua Dewan Komisioner OJK Jelaskan Penyebab Fluktuasi IHSG di Tengah Reformasi Pasar Modal

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menjelaskan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan ini sebagai bagian dari proses penyesuaian pasar yang wajar di tengah upaya reformasi struktural.

Menurut Friderica, pergerakan IHSG yang volatil dipengaruhi antara lain oleh rebalancing indeks global seperti MSCI. Penyesuaian tersebut, termasuk potensi keluar atau masuknya saham tertentu dalam indeks, merupakan konsekuensi logis dari peningkatan transparansi dan tata kelola pasar modal Indonesia.

Baca juga :  Aktivis Cianjur Desak Pemerintah Tindak Tegas Sindikat TPPO Terkait Penyekapan PMI di Arab Saudi

“Kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai short term pain, tapi insya Allah long term gain,” ujar Friderica dalam acara Market Outlook 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip dari berbagai sumber terkini. Ia menambahkan bahwa fluktuasi saat ini mencerminkan perbaikan fundamental ekonomi domestik yang semakin kuat.

OJK mencatat bahwa investor cenderung tidak bereaksi berlebihan, dengan tidak adanya panic selling atau panic buying yang signifikan. Pergerakan transaksi pun dinilai relatif normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Friderica menegaskan bahwa OJK bersama BEI terus mempercepat reformasi, termasuk peningkatan persyaratan free float saham dan penguatan pengawasan terhadap praktik manipulasi serta informasi menyesatkan dari influencer keuangan.

Baca juga :  Polres Purwakarta Raih Penghargaan Ke-3 dari Dir Binmas Polda Jawa Barat

Pernyataan ini disampaikan di tengah pemulihan IHSG yang sempat menguat pada awal Mei 2026, meski sempat mengalami tekanan sejak awal tahun akibat sentimen global dan domestik. OJK optimistis langkah-langkah struktural ini akan meningkatkan kepercayaan investor jangka panjang dan mendalami pasar modal Indonesia.

Pasar modal Indonesia tetap terbuka bagi investor ritel maupun institusi, dengan OJK terus memantau dinamika dan siap merespons secara cepat melalui kehadiran lebih dekat di lantai bursa. Investor diimbau tetap tenang dan berfokus pada fundamental perusahaan.

Baca juga :  Zufa Indrawati, Perempuan Pelopor dari Cianjur yang Berjuang Wujudkan Zero Human Trafficking
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!