Dpnews Indonesia || Bantul – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memberikan apresiasi tinggi terhadap praktik pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dijalankan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Pilah Berkah di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 KLH/BPLH, Vinda Damayanti Ansjar, meninjau langsung kegiatan kelompok tersebut pada Sabtu (31/10/2026). Ia mengaku terkesan dengan kemampuan KSM Pilah Berkah mengelola sampah dari hulu hingga hilir, termasuk mengolah sampah plastik bernilai ekonomi rendah menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif setara solar.
“Saya datang untuk melihat langsung konsep pengelolaan sampah di sini. Saya cukup mengapresiasi capaian KSM Pilah Berkah, terutama dalam mengajak masyarakat memilah sampah dari rumah,” ujar Vinda.
Menurutnya, inovasi pengolahan sampah plastik low value menggunakan mesin pyrolysis Gen-5 hasil pembinaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi salah satu solusi konkret mengatasi persoalan sampah plastik.
“Sampah dikelola dan diubah menjadi BBMT. Ini setidaknya menjadi salah satu solusi untuk persoalan sampah plastik kita. Bagus menurut kami,” katanya.
Vinda menambahkan, langkah ini mendukung target pemerintah agar 100 persen sampah terkelola pada 2029. Ia berharap kualitas BBM yang dihasilkan terus dikembangkan mengingat telah memenuhi standar Kementerian ESDM.
Ketua KSM Pilah Berkah, Yekti Murwani, menjelaskan kelompoknya telah membina sekitar 4.800 kepala keluarga melalui 67 bank sampah di sejumlah RT. Dengan prinsip “seluruh sampah terpilah tidak tertolak”, seluruh jenis sampah terserap dan diolah, termasuk menjadi bahan bakar yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi sirkular.
Inovasi yang didukung BRIN dan Pertamina Foundation ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai model pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat masyarakat.











