Dpnews Indonesia || Jakarta Pusat -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan jika masyarakat untuk tak menghiraukan tekanan psikologis soal pemilu. Secara khusus, Mahfud meminta tekanan yang diterima melalui sambungan telepon untuk tak terlalu dihiraukan.
Mahfud mengatakan, jika masyarakat menerima semacam ketidaknyamanan seperti itu sebaiknya tak perlu dilawan terlalu berlebihan. Meski demikian, mereka tetap harus mengikuti hati nuraninya saat pencoblosan.
“Berbagai telepon-telepon yang setengah mengancam dan sebagainya, menurut saya tidak apa apa. Tidak usah dilawan terlalu berlebihan, diiyakan saja,” kata Mahfud dalam YouTube Kemenko Polhukam RI, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).
Kendati demikian, Mahfud mengatakan, nantinya pada saat pencoblosan 14 Februari 2024 masyarakat memilih berdasarkan hati nuraninya, bukan karena sejumlah faktor lainnya, termasuk intimidasi tersebut.
“Bukan karena bantuan, bukan karena tekanan, bukan karena intimidasi, kembali ke hati nurani,” kata Mahfud.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Mahfud mengatakan, jika masyarakat menerima semacam ketidaknyamanan seperti itu sebaiknya tak perlu dilawan terlalu berlebihan. Meski demikian, mereka tetap harus mengikuti hati nuraninya saat pencoblosan.
Mahfud mengatakan, nantinya pada saat pencoblosan 14 Februari 2024 masyarakat memilih berdasarkan hati nuraninya, bukan karena sejumlah faktor lainnya, termasuk intimidasi tersebut.
“Bukan karena bantuan, bukan karena tekanan, bukan karena intimidasi, kembali ke hati nurani,” kata Mahfud.











