Dpnews Indonesia || Jakarta – Malam puncak Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), tidak hanya menjadi ajang penyerahan piala. Sejumlah musisi memanfaatkan momen kemenangan untuk menyuarakan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan dampak bencana di Tanah Air.
Baskara Putra (Hindia) bersama Dipha Barus, yang meraih kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik lewat lagu “Nafas”, menjadi salah satu yang paling menonjol. Di atas panggung, Baskara mendedikasikan penghargaan tersebut untuk mereka yang sulit bernapas akibat lahan yang dibakar, kebijakan yang tidak berpihak, serta pihak-pihak yang masih diadu domba. Keduanya kemudian mengangkat salam tiga jari sebagai simbol solidaritas.
Idgitaf, yang memboyong Album Terbaik Terbaik lewat Berusaha di Bawah Hujan, juga mengangkat isu serupa. Dalam pidatonya, ia menyinggung dualitas hujan: sebagian masyarakat membencinya karena banjir dan longsor, sementara yang lain merindukannya karena kebakaran hutan. “Walaupun mereka berbeda situasinya… mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas,” ujarnya.
Andien menyampaikan empati mendalam saat menerima penghargaan. Ia menyoroti hutan, korban bencana alam, anak-anak, satwa, dan tumbuhan, serta mengajak agar manusia tidak pernah lupa berempati dan peduli.
Sejumlah musisi lain, termasuk Perunggu, turut mengacungkan tiga jari. Momen-momen tersebut menjadikan panggung AMI Awards ke-29 bertema “Ruang Nada Nusantara” tidak sekadar perayaan prestasi, melainkan ruang untuk menyuarakan isu yang sedang dihadapi masyarakat.











