Dpnews Indonesia || Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons cepat viralnya hamparan sampah yang membentuk sedimen mirip pulau di pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Tumpukan sampah yang didominasi plastik dan kayu tersebut dilaporkan mengganggu aktivitas nelayan setempat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa Gubernur Pramono Anung memahami dan prihatin terhadap keluhan masyarakat, khususnya para nelayan yang mengalami kerusakan baling-baling perahu serta kesulitan melintas akibat pendangkalan. Pihak Pemprov akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menekankan pentingnya penanganan sampah secara terintegrasi, termasuk pembersihan rutin dan edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Kami terus dorong gerakan pilah sampah dari sumber untuk mencegah akumulasi di pesisir,” ujarnya dalam pernyataan terkait isu lingkungan.
Hamparan sampah di Muara Angke sering muncul akibat arus air yang membawa limbah dari berbagai wilayah, terutama saat musim angin barat. Pemprov DKI melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) akan mengerahkan petugas gabungan serta alat berat untuk membersihkan lokasi tersebut.
Penanganan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang pemilahan sampah dari sumber, yang bertujuan mengurangi beban lingkungan pesisir Jakarta. Masyarakat diminta aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sungai dan pantai.











