Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

PMI Asal Cirebon Terancam Lumpuh Usai Kecelakaan Kerja di Dubai, Aktivis Desak Pemerintah Segera Evakuasi Korban

102
×

PMI Asal Cirebon Terancam Lumpuh Usai Kecelakaan Kerja di Dubai, Aktivis Desak Pemerintah Segera Evakuasi Korban

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Jakarta – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Cirebon, Jawa Barat, bernama Nunung Yulianti, dilaporkan mengalami kondisi kesehatan kritis setelah mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di Dubai. Akibat insiden tersebut, Nunung mengalami cedera serius pada tulang ekor yang diduga mengancam kondisi sarafnya hingga berisiko menyebabkan kelumpuhan.

Saat ini, kondisi kesehatan Nunung dikabarkan terus memburuk. Ia mengalami pembengkakan parah pada kaki kanan serta mati rasa yang menjalar ke hampir seluruh bagian tubuh sebelah kiri, sehingga membutuhkan penanganan medis secara intensif.

Baca juga :  Tabir Kelam PMI/TKW Ilegal: Antara Status Darurat TPPO dan Lemahnya Garda Terdepan

Kasus ini mencuat setelah Yanto Djagoer, aktivis perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Cianjur, menerima laporan langsung mengenai kondisi yang dialami korban.

Berdasarkan penelusuran awal yang dihimpun dari pengaduan korban, proses keberangkatan Nunung diduga dilakukan secara non-prosedural. Ia disebut pertama kali direkrut oleh seorang perempuan bernama Fitri yang diduga berasal dari Sukabumi, kemudian diserahkan kepada seseorang bernama Nancy sebelum dibawa ke sebuah penampungan di wilayah Bekasi selama dua hari.

Selanjutnya, Nunung diberangkatkan menuju Kairo, Mesir, dan diserahkan kepada agen lokal bernama Babah Ahmed. Setelah itu, ia ditempatkan untuk bekerja pada sebuah keluarga yang tinggal di kawasan dekat Fountain Park, Kairo.

Selama bekerja di Mesir, Nunung mengaku menerima perlakuan yang tidak layak. Menurut keterangan yang disampaikan Yanto Djagoer, korban hanya diberikan makan satu kali sehari dan dipaksa tidur di bawah kolong tangga rumah majikannya.

“PMI tersebut hanya diberi makan satu kali dalam sehari dan dipaksa tidur di kolong tangga rumah majikannya,” ujar Yanto Djagoer kepada Dpnews Indonesia, Rabu (22/7/2026).

Baca juga :  Ayu Aulia Curhat Kehilangan Rahim, Sebut Bupati Inisial R

Melihat kondisi korban yang semakin kritis, Yanto bersama tim aktivis perlindungan PMI mendesak pemerintah agar segera melakukan evakuasi dan memulangkan Nunung ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.

“Kami selaku aktivis perlindungan Pekerja Migran Indonesia memohon kepada semua pihak, khususnya Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta instansi terkait, agar Bu Nunung Yulianti segera dipulangkan. Kondisinya saat ini sangat mendesak dan membutuhkan penanganan medis intensif di Indonesia,” tegas Yanto.

Yanto juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menjalin komunikasi dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menyampaikan data dan berkas pengaduan korban secara resmi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian mengenai jadwal pertemuan dengan pihak kementerian maupun tindak lanjut resmi atas pengaduan tersebut.

Pihak aktivis berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat guna menyelamatkan kondisi kesehatan Nunung sekaligus memastikan hak-haknya sebagai Warga Negara Indonesia yang bekerja di luar negeri tetap terlindungi.

Baca juga :  Ernawati Pekerja Migran di Arab Saudi Tak Kunjung Mendapatkan Keadilan 
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!