Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Praktik Percaloan Paspor Marak di Berbagai Kantor Imigrasi, Tarif Melambung Hingga 6 Juta Rupiah

300
×

Praktik Percaloan Paspor Marak di Berbagai Kantor Imigrasi, Tarif Melambung Hingga 6 Juta Rupiah

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Jakarta – Tim Investigasi Posko Pengaduan Dpnews Indonesia bersama Pemerhati Pekerja Migran Indonesia mengungkap temuan mengejutkan terkait carut-marutnya proses penerbitan dokumen perjalanan di tanah air.

Berdasarkan fakta-fakta lapangan, praktik percaloan paspor diduga kuat masih tumbuh subur di sejumlah kantor imigrasi di Indonesia.

Baca juga :  Di Hari Juang TNI AD Ke 78, Kodim 0619 Purwakarta Lakukan Karya Bakti Penanaman Pohon Dan Pembersihan Lingkungan

Keterangan gambar/foto ilustrasi

Hasil penelusuran mendalam tim investigasi menunjukkan adanya disparitas harga yang sangat signifikan dari tarif resmi yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga :  Kamis Berbagi, Personel Sipropam Polres Cianjur Bagikan Nasi Kotak

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber dan pemantauan langsung, para calo menawarkan jasa pembuatan paspor dengan harga bervariasi, mulai dari Rp.3.000.000 hingga Rp.6.000.000 per paspor.

Harga tersebut jauh melampaui biaya resmi administrasi paspor, yang mengindikasikan adanya praktik pungutan liar terstruktur untuk memangkas prosedur formal.
​Kaitan Erat dengan Pengiriman CPMI Ilegal.

Baca juga :  BYD M6 DM-i Resmi Hadir sebagai Hybrid Pertama di Indonesia, Bocoran Harga Mulai Rp 310 Juta

Temuan ini menjadi semakin krusial karena berkorelasi langsung dengan maraknya pemberangkatan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) secara non-prosedural atau ilegal.

“Ada dugaan kuat bahwa oknum-oknum tertentu dengan sengaja memfasilitasi penerbitan paspor kilat melalui jalur khusus dengan harga tertentu,” ujar perwakilan tim investigasi Dpnews Indonesia.

Baca juga :  Ganjar Pranowo Buka Debat Capres 2024 Di Istora

Kemudahan mendapatkan paspor melalui “jalur hijau” ini diduga menjadi pintu masuk utama bagi para sponsor nakal untuk memberangkatkan PMI tanpa dokumen perlindungan yang sah, yang pada akhirnya menempatkan para pekerja dalam posisi rentan di luar negeri.

Menyikapi temuan ini, pemerhati PMI dan tim investigasi mendesak pemerintah serta pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh.

Baca juga :  Pengerjaan Gorong-Gorong di Desa Ciandam Siap Hadang Banjir dan Longsor Musim Hujan

Beberapa poin tuntutan utama meliputi:
​-Pengawasan Ketat: Memperketat pengawasan internal di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
​-Tindakan Aparat Penegak Hukum (APH): Meminta APH untuk menindak tegas para calo dan sponsor yang menjadi otak di balik pemrosesan PMI ilegal.
​-Transparansi Sistem: Memastikan sistem antrean dan verifikasi paspor tidak dapat diintervensi oleh pihak ketiga.

Jika praktik ini terus dibiarkan tanpa tindakan hukum yang nyata, upaya negara dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dipastikan akan terus menemui jalan buntu.

Baca juga :  Wacana Pemekaran Kabupaten Cianjur di Hari Kebangkitan Nasional
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!