Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Rencana Impor KRL Bekas Jepang Batal, KAI Prioritaskan Pengadaan Kereta Baru

79
×

Rencana Impor KRL Bekas Jepang Batal, KAI Prioritaskan Pengadaan Kereta Baru

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengimpor rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan armada Commuter Line Jabodetabek resmi dibatalkan. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan, pengadaan armada ke depan akan mengutamakan kereta baru demi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat.

“Kita enggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” ujar Bobby usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Baca juga :  Tokoh Pemuda Tangsel Mengapresiasi Terbentuknya Organisasi Batu Akik dan Permata

Awal Rencana dan Persetujuan DPR

Rencana ini mencuat pada September 2026. Bobby menyampaikan usulan impor 23 trainset KRL bukan baru dari Jepang dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026). Rinciannya mencakup tujuh rangkaian formasi 12 kereta (SF12) dan 16 rangkaian formasi delapan kereta (SF8).

Alasan utama adalah lonjakan penumpang yang mencapai sekitar 1,1 juta orang per hari serta banyaknya armada yang sudah berusia lebih dari 40 tahun. Lebih dari 90 trainset diperkirakan masuk masa konservasi secara bertahap hingga 2034. Impor bekas dipilih sebagai solusi jembatan (bridging) sementara industri dalam negeri, terutama PT INKA, meningkatkan kapasitas produksi. Sistem perkeretaapian Jepang dinilai paling sesuai dengan infrastruktur di Indonesia.

Komisi VI DPR menyetujui usulan tersebut dengan catatan penguatan industri lokal tetap berjalan. KAI Commuter kemudian menargetkan pengiriman bertahap mulai akhir 2026, sambil mengurus dispensasi impor barang modal tidak baru (BMTB) bersama kementerian terkait.

Baca juga :  Zaskia Adya Mecca Turun ke Lokasi Aksi Mahasiswa di Bundaran HI, Sediakan Bantuan Medis dan Posko Makanan

Proses Evaluasi dan Perubahan Arah

Setelah mendapat lampu hijau DPR, rencana ini masih memerlukan kajian lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, serta Badan Pengaturan BUMN. Evaluasi mencakup spesifikasi teknis, kelaikan operasi, dan kepatuhan terhadap aturan impor barang bekas.

Pada awal November 2026, setelah Bobby melapor kepada Presiden Prabowo, keputusan berubah. KAI membatalkan opsi impor bekas dan beralih ke pengadaan 23 trainset baru. Delapan di antaranya diprioritaskan karena kebutuhan mendesak. Pengadaan ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga tahun, dengan melibatkan PT INKA dan kemungkinan kerja sama dengan produsen asing.

Keputusan ini sejalan dengan komitmen mendukung industri perkeretaapian nasional. Sebelumnya, pada 2023, rencana impor KRL bekas serupa juga pernah dibatalkan pemerintah dengan alasan serupa.

Dengan langkah ini, KAI berharap kapasitas angkutan Jabodetabek tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas layanan dan pengembangan industri lokal.

Baca juga :  Kodim 0619 Purwakarta Bersama Warga Bersihkan Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!