Dpnews Indonesia || Karawang – Warga desa Kertarahayu kecamatan Cibuaya yang di dominasi kaum perempuan meminta tabungan paket lebaran segera dibayarkan. Selasa, 02/04/2024.
Pasalnya panitia dan owner paket lebaran diduga menggelapkan uang nasabahnya. Para nasabah meminta agar uang nya segera di bayarkan sebelum hari raya IdulFitri tanpa alasan apapun dari panitia dan owner.
Para nasabah tidak tahu, bahwa uang yang di setorkan ke panitia itu, di setorkan lagi pada owner bernama Siti Aisah. Para nasabah mengira bahwa panitia yang memegang keuangan tidak menyetor ke owner lain selain dirinya.
Para nasabah pun meminta agar uang nya segera di bayarkan, dan segera di selesainya masalah ini. Karna menurut para nasabah uang itu sangat di butuhkan untuk keperluan hari raya Idul Fitri.
Pemerintah desa Kertarahayu sudah menengahi permasalahan ini dengan cara musyawarah, namun tidak ada juga titik temu. Owner dan panitia malah saling tuding, para nasabah memohon agar pihak kepolisian bertindak untuk membantu memecahkan permasalahan ini, atau mereka yang akan melapor atas dugaan penggelapan uang nya.
Karna menurut mereka sudah 3X musyawarah, dan di hadiri pihak desa masih saja tidak ada titik terang, mereka takut uang mereka jadi korban kekisruhan antara panitia bernama Sri Elsa Maharani dan owner yang bernama Siti Aisah tersebut.
Owner dan panitia masing masing tidak mengakui uang sisa kekurangan nya ada di mana, owner bilang uang masuk cuma segitu sedangan panitia bilang segini, nasabah pun dibuat bingung oleh owner dan panitia tersebut.
“Kami kecewa dengan kejadian ini, kami kira panitia yang bernama Sri Elsa ini mengelola uang kami itu sendiri, tidak tahunya dia setor lagi ke owner yang bernama Siti Aisah” ucapnya.
Para nasabah di janjikan akan di bayar pada H + 10 lebaran namun malah terjadi kekisruhan, dan membuat para nasabah semua kecewa.
“Kami di janjikan H+10 sebelum lebaran uang akan di cairkan, tapi malah ada kekisruhan antara panitia dan owner dan kami harus nunggu uang dari owner yang bernama Siti Aisah,” pungkas nya.
“Mediasi terus, sampai sudah 3X tapi tidak ada titik temu, dikarenakan owner yang bernama Siti Aisah hanya mau bayar 13.800.000 (tiga belas juta delapan ratus ribu rupiah). Dan panitia tidak terima, karna menurut panitia kurang, jadi kita yang jadi korban. Uang kita gimana coba.” Tambah nya.
“Kami bingung antara owner dan panitia masing masing tidak mengakui uang sisa dari total keseluruhan itu ada di mana, malah saling salahkan, kami sebagai nasabah jadi bingung” tambahnya.
“Jika tahu panitia atas nama Sri Elsa Maharani itu menyetor kepada owner lain. Kami tidak bakalan mau ikutan paket lebaran ini, dan akhirnya seperti ini tidak beres sekaligus kami yang jadi korban,” tambahnya.
“Jika masalah ini ga ada kejelasan dan kalo uang kami tidak di bayarkan, kami akan lapor ke pihak kepolisian, karna yang kisruh itu antara owner sama panitia kenapa uang kami yang jadi korban. Kami minta uang kami di bayar secepat nya.” Tutupnya
Dengan adanya kejadian ini mohon untuk pihak kepolisian setempat khusus nya Polsek Cibuaya agar dapat membantu untuk memecahkan permasalahan tersebut. Karena mediasi melalui pemerintahan desa sudah 3x dan tidak ada titik temu, karana owner dan panitia saling bersikeras tidak ada yang mau terbuka terkait uang sisa milik nasabah nya ada di mana.











