Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Warga Cianjur Ditemukan Meninggal di Perairan Dermaga Madura, Diduga Akhiri Hidup

94
×

Warga Cianjur Ditemukan Meninggal di Perairan Dermaga Madura, Diduga Akhiri Hidup

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Kabar duka menyelim uti warga Kampung Babakan Hilir, Kelurahan Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur. Seorang perempuan berinisial RF (30) ditemukan meninggal dunia di perairan Dermaga Madura, tepat di depan Monumen Jalesveva Jayamahe Koarmada II, pada Kamis pagi 14 Mei 2026.

Penemuan jenazah tersebut sontak memunculkan dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Suramadu. Informasi itu beredar di tengah masyarakat setelah jasad RF berhasil dievakuasi dan kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Cianjur untuk dimakamkan.

Baca juga :  Jemaah Haji Indonesia Ditangkap di Madinah karena Rekam Perempuan Tanpa Izin

Kepala Desa Pakuon, Abdullah, melalui Kaur Keuangan Hermansyah Kelian membenarkan kabar tersebut. Ia menyampaikan bahwa jenazah RF telah tiba di kampung halaman pada Kamis sore dan langsung dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga dan warga setempat.

“Jenazah sudah datang dan langsung dimakamkan di sini secara layak,” ujar Hermansyah kaur desa Pakuwon saat dikonfirmasi pada Minggu 17 Mei 2026. Menurutnya, proses pemakaman berjalan lancar tanpa kendala dan dihadiri oleh warga sekitar.

Baca juga :  Ketua DPRD Kabupaten Solok Pimpin Rapat Paripurna Penetapan Propemperda 2026 di Penghujung Tahun 2025

Terkait penyebab kematian, pihak desa mengaku menerima informasi dari keluarga dan warga bahwa RF diduga meninggal karena bunuh diri. Namun, pihak desa memilih tidak mendalami lebih jauh kronologi kejadian tersebut. “Informasinya memang diduga bunuh diri, tapi kami tidak menanyakan lebih jauh. Kami hanya memastikan jenazah dimakamkan dengan semestinya,” jelas Hermansyah.

Hermansyah menambahkan, almarhumah diketahui bekerja di Jakarta. Adapun mengenai persoalan pribadi yang diduga menjadi latar belakang kejadian, keluarga memilih untuk tidak memberikan keterangan rinci. “Kalau masalah pribadi kami tidak mengetahui. Keluarga juga sudah mengikhlaskan kejadian ini,” tuturnya.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan mental dan beban hidup tidak boleh dianggap sepele.

Baca juga :  Prajurit 300 Siliwangi Bantu Menyebrangkan Motor Warga di Mayuberi Papua
Facebook Comments Box
Penulis: ATSEditor: Asj Cinema
error: Content is protected !!