Scroll untuk baca artikel
BeritaTNI POLRI

Tim Gabungan Terus Padamkan Titik Panas di Kawah Wadon TNGGP

45
×

Tim Gabungan Terus Padamkan Titik Panas di Kawah Wadon TNGGP

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Upaya pemadaman dan pendinginan di kawasan Kawah Wadon, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), terus digencarkan. Tim gabungan masih berjibaku di lapangan karena kondisi di lokasi berubah-ubah dan sesekali muncul kepulan asap baru dari sisa titik panas.

Pada Kamis, 13 Agustus 2026, sejak pagi hari petugas dari Balai Besar TNGGP bersama Kodim 0608/Cianjur, tim SPORC, relawan, dan unsur masyarakat melakukan penyisiran menyeluruh di sekitar kawah. Penyisiran dilakukan secara berjalan kaki menyusuri lereng dan celah-celah bebatuan yang rawan menyimpan bara.

Baca juga :  Kasus PNJ Jadi Cermin, Pengamat Sebut Akar Masalah Berasal dari Sistem Pendidikan Nasional

Hasil pemantauan pagi menunjukkan adanya beberapa titik yang masih mengeluarkan asap tipis. Tanpa menunggu lama, tim langsung bergerak melakukan penanganan. Titik-titik tersebut disemprot dan diaduk agar panas di dalam tanah bisa benar-benar padam dan tidak menjalar ke vegetasi sekitar.

Secara umum, patroli pagi itu tidak menemukan potensi kebakaran baru yang meluas. Namun petugas tidak lengah. Mengingat karakteristik Kawah Wadon yang berupa kawah aktif dengan gas dan panas bumi, bara kecil sangat mudah hidup kembali jika tertiup angin atau tersulut material kering.

Dinamika itu terbukti pada pukul 12.07 WIB. Saat pemantauan lanjutan, tim kembali melihat kepulan asap muncul di area yang sebelumnya sudah dipadamkan. Respon cepat langsung dilakukan. Petugas menyemprotkan cairan flame freeze ke sumber asap hingga kepulan benar-benar hilang dan suhu permukaan turun.

Baca juga :  Prabowo Tiba di Tokyo, Dijadwalkan Temui Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi

Untuk memperkuat penanganan, hari itu juga diberangkatkan tim tambahan. Sebanyak 35 personel gabungan dari TNGGP, Kodim 0608/Cianjur, Polres Cianjur, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), dan para relawan dikirim untuk bergabung dengan tim yang sudah lebih dulu berada di lokasi.

Keterlibatan berbagai unsur ini membuat operasi lapangan menjadi lebih terstruktur. TNGGP memimpin teknis pemadaman dan pemetaan titik panas, TNI-Polri membantu pengamanan jalur dan logistik, SPORC serta relawan fokus pada penyisiran, sementara ORARI memastikan komunikasi tetap lancar di area yang minim sinyal.

Balai Besar TNGGP menyatakan penambahan dan pergantian personel akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Skema rotasi ini penting agar stamina petugas terjaga, sekaligus memastikan pemantauan tidak berhenti 24 jam.

Baca juga :  Polres Purwakarta Lakukan Sosialisasi Dan Pencarian Peserta Binlat Bagi Calon Anggota Polri

Ke depan, kegiatan pemantauan, penyisiran, dan pendinginan akan dijadwalkan secara berkala. Tim akan kembali turun setiap ada laporan titik panas baru, termasuk pada malam hari saat angin gunung bertiup lebih kencang dan berpotensi membuka bara yang terpendam.

Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, relawan, dan seluruh instansi yang terus bergotong royong. Dukungan ini sangat berarti dalam menjaga kawasan konservasi TNGGP tetap lestari, ujar pihak Balai Besar TNGGP dalam keterangan resminya. Dokumen laporan penanganan ini juga telah ditandatangani secara elektronik melalui sertifikat dari BSrE BSSN.

Dengan situasi yang masih dinamis, petugas mengimbau masyarakat dan pendaki untuk sementara tidak mendekati area Kawah Wadon. Keselamatan personel di lapangan menjadi prioritas utama, sembari memastikan tidak ada lagi asap yang muncul sehingga TNGGP bisa kembali pulih sepenuhnya.

Baca juga :  HUT PDI Perjuangan ke-51 Kang Azis Serukan Solid Bergerak Bersama Rakyat
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!