Dpnews Indonesia || Riyadh – Ketegangan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya terus berlanjut. Sejumlah serangan drone yang diduga berasal dari Iran menargetkan wilayah Arab Saudi, termasuk kawasan diplomatik di ibu kota Riyadh, telah menimbulkan kekhawatiran bagi warga negara asing, termasuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana.
Seorang WNI yang tinggal di Riyadh mengungkapkan bahwa situasi di pusat kota relatif tenang pasca-serangan, meskipun suasana waspada masih terasa kuat. Serangan drone terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh pada awal Maret lalu menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada bangunan, tanpa menimbulkan korban jiwa karena gedung sedang kosong pada saat kejadian.
Menurut laporan Kementerian Pertahanan Arab Saudi, serangan tersebut berhasil dicegat sebagian, meski beberapa drone mengenai target dan memicu respons keamanan tinggi. Selain itu, serangan drone juga dilaporkan menyasar fasilitas energi seperti kilang minyak Aramco di Ras Tanura, yang sempat menyebabkan penutupan sementara unit tertentu akibat puing-puing dari intersepsi.
KBRI Riyadh telah mengimbau seluruh WNI untuk tetap waspada, menghindari kawasan rawan seperti area diplomatik, dan berada di lokasi aman. Secara umum, kondisi WNI di Arab Saudi dilaporkan aman dan terus dipantau oleh perwakilan diplomatik Indonesia.
WNI setempat menyatakan bahwa aktivitas sehari-hari masih berjalan normal, namun peningkatan patroli keamanan dan peringatan darurat dari otoritas setempat membuat banyak orang lebih memilih tinggal di rumah.
“Situasi di Riyadh pusat tidak terlalu kacau, tapi semua orang lebih hati-hati sekarang,” ujar salah seorang WNI yang enggan disebut namanya.
Eskalasi ini merupakan bagian dari rangkaian balasan Iran atas serangan sebelumnya, yang telah memicu penutupan ruang udara sementara dan lonjakan harga minyak global. Pemerintah Arab Saudi menegaskan akan mengambil langkah-langkah defensif untuk melindungi wilayah dan warganya.
KBRI Riyadh terus menghimbau WNI untuk mendaftar dan melapor jika berada di wilayah tersebut guna memudahkan pemantauan dan bantuan jika diperlukan.











