Dpnews Indonesia || Cianjur – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS Kabupaten Cianjur untuk periode 2026–2031 memasuki babak krusial. Setelah melalui proses wawancara yang berlangsung pada 18 Mei 2026 di ruang rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Cianjur, Tim Seleksi akhirnya merilis 10 nama yang berhasil lolos ke tahap berikutnya.
Pengumuman resmi tertuang dalam Surat Nomor 51/TSCPB/2026 tentang Hasil Wawancara Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur. Dalam dokumen itu, Tim Seleksi menegaskan bahwa 10 peserta ini dinyatakan memenuhi kriteria dan berhak melanjutkan proses seleksi sesuai mekanisme yang berlaku.
Adapun kesepuluh nama yang lolos adalah H. Ahmad Fatoni Rozy,S.Pd; Ahmad Solihin; Ayi Mamduh; Budi Muhammad, S.Pd.I; H. Deny Saeful Rohman; Elis Rahayu, S.H.I.,S.Pd.I.M.Si., M.Pd; H. Muhamad Ichsan, S.E; H. Muhammad Toha, S.Ag., M.Pd.I; Mustopa Kamal; dan U. Awaludin. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dinilai relevan dengan tugas pengelolaan zakat ke depan.
Ketua Tim Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Cianjur Periode 2026–2031, Ahmad Rifa’i Azhari, melalui Sekretaris Tim Seleksi Selamet Riyadi, menegaskan bahwa hasil ini bukan keputusan final. Pengumuman wawancara hanya menjadi bagian dari rangkaian panjang seleksi yang masih harus melalui tahap verifikasi lebih lanjut.
“Tahapan selanjutnya adalah menyampaikan hasil seleksi kepada Bupati Cianjur. Setelah itu akan diteruskan ke BAZNAS Republik Indonesia untuk mendapatkan pertimbangan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelas Selamet saat dikonfirmasi pada Kamis, 21 Mei 2026.
Proses seleksi ini, menurut Tim Seleksi, dijalankan dengan menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, dan integritas. Tujuannya jelas, agar pimpinan BAZNAS Cianjur yang terpilih nanti mampu menjalankan amanah pengelolaan zakat secara optimal dan akuntabel bagi masyarakat.
Tanggung jawab yang diemban calon pimpinan BAZNAS memang tidak ringan. Mereka dituntut mengelola penghimpunan serta penyaluran zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran. Harapannya, program-program yang dijalankan bisa memberikan dampak nyata terhadap pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat di Kabupaten Cianjur.
“Pimpinan BAZNAS ke depan harus memiliki kompetensi, pengalaman, dan komitmen kuat dalam memperkuat pengelolaan zakat. Dengan begitu, lembaga ini bisa lebih berperan dalam mendukung program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Selamet menambahkan.
Di akhir pengumuman, Tim Seleksi juga menegaskan bahwa keputusan yang telah ditetapkan bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Langkah ini diambil untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas seluruh proses seleksi. Kini publik menanti, siapa dari 10 nama terbaik ini yang akan dipercaya memimpin BAZNAS Cianjur lima tahun ke depan.











