Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Zuli Zulkipli Soroti Masifnya Warung Kuningan di Bekasi, Pertanyakan Mengapa Warga Lokal Tak Ambil Peluang

322
×

Zuli Zulkipli Soroti Masifnya Warung Kuningan di Bekasi, Pertanyakan Mengapa Warga Lokal Tak Ambil Peluang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Direktur LBH Arjuna Bakti Negara, Zuli Zulkipli, SH, menyoroti fenomena meningkatnya jumlah kios atau warung milik warga asal Kuningan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data yang ia himpun, terdapat sedikitnya 80 warung Kuningan yang tersebar di berbagai titik.

“Jika satu warung saja memiliki aset sekitar Rp30 juta, bayangkan betapa besarnya perputaran ekonomi yang mereka kuasai. Orang Kuningan sudah begitu masif melihat potensi ekonomi Bekasi,” ujarnya kepada Wartawan Selasa (18/11/2025).

Baca juga :  Harga BBM Resmi Berubah di Seluruh SPBU RI Mulai 1 Juni 2026

Menurut Zuli Zulkipli, S.H keberhasilan para pendatang membuka usaha secara besar-besaran seharusnya menjadi cermin bagi masyarakat lokal bahwa peluang ekonomi di Kabupaten Bekasi sangat terbuka. Namun, justru yang terlihat adalah minimnya keterlibatan warga Bekasi dalam memanfaatkan potensi sektor perdagangan kecil dan menengah.

“Pertanyaan besarnya, mengapa masyarakat kita tidak melihat peluang yang sama? Padahal potensi itu berada tepat di depan mata,” tegasnya.

Baca juga :  Martina Ningsih Berpartisipasi Pemenangan Ade Kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja

Zuli Zulkipli, S.H menilai fenomena ini tidak sekadar soal kemampuan individu, tetapi juga menyangkut pola pikir ekonomi masyarakat yang masih pasif. Ia mengajak warga lokal untuk tidak sekadar menjadi penonton di daerah sendiri.

“Jangan hanya melihat, harus berani memulai. Jika pendatang saja bisa melihat peluang, seharusnya masyarakat asli Bekasi jauh lebih mampu,” katanya.

Baca juga :  DPP PDIP Gelar Pengobatan Gratis untuk Warga Kota Sukabumi, Dipimpin dr. Ribka Tjiptaning

Lebih jauh, ia mempertanyakan peran pemerintah daerah dalam mendorong geliat ekonomi masyarakat lokal. Menurutnya, pemerintah seharusnya tidak hanya fokus pada proyek besar, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada warga untuk membangun usaha kecil dan menengah.

“Apakah pemerintah daerah sudah memberikan modal bergulir? Atau pelatihan usaha? Ini yang perlu dievaluasi,” jelasnya.

Baca juga :  Dukung Kebijakan Gubernur, Siswa Di Mande Terlibat Kenakalan Siap Siap Masuk Barak Militer

Zuli Zulkipli, S.H juga menyinggung perlunya kebijakan turunan atau regulasi teknis yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat akar rumput. Ia menilai pemerintah daerah perlu membuat aturan yang mempermudah warga lokal mendapatkan akses modal, izin usaha, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Jangan sampai aturan hanya bagus di atas kertas, tetapi tidak memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca juga :  Latja Diktuk Bintara Polri 2025 di Polsek Cikarang Utara Resmi Dibuka

Di akhir, Zuli Zulkipli, S.H mendorong pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk berkolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, jika tidak ada langkah konkret, maka potensi ekonomi Bekasi akan terus dinikmati pihak luar.

“Kita harus bergerak. Bekasi terlalu besar jika hanya menjadi ladang ekonomi bagi daerah lain, sementara masyarakatnya sendiri tertinggal, sudah kerja di dunia industri terbesar tapi angka pengangguran belum terselesaikan,” tutupnya.

Baca juga :  Wakasad Terima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 12 Pati TNI AD
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!