Dpnews Indonesia || Cianjur – Puluhan warga Desa Sirmagalih menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor desa pada Rabu pagi, menuntut transparansi dan pertanggungjawaban pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BumDes).
Mereka membawa spanduk bertuliskan tuntutan transparansi dan meminta pemerintah desa memberi penjelasan terkait aliran dana yang dianggap tidak jelas.
Koordinator aksi, Elang, menyatakan bahwa warga telah melakukan audensi untuk mempertanyakan dugaan penyimpangan dana BumDes, namun belum mendapat jawaban memuaskan.
“Kami hanya ingin kejelasan. Dana itu kan untuk kesejahteraan masyarakat, jadi kami berhak tahu digunakan untuk apa saja,” ujarnya.
Warga juga meminta agar BumDes Sirmagalih dibubarkan dan membentuk Bumdes baru, sehingga dalam pengelolaan dana BumDes dapat berjalan maksimal. Selain itu, mereka meminta agar pelaku yang diduga menggunakan dana BumDes diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Setelah beberapa jam, massa aksi diterima untuk melakukan audensi terkait pengelolaan anggaran dana BumDes. Ketua BumDes, Yana, menjabarkan satu persatu pengelolaan anggaran BumDes, dan menyatakan bahwa semua anggaran yang ada di rekening BumDes dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan.
Yana merincikan satu persatu anggaran yang terpakai, seperti pembelian kursi, alat tulis kantor, laptop, dan lainnya, semua memiliki laporannya. “Jadi aliran dana BumDes semua ada laporannya,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah desa segera memberikan jawaban terbuka agar situasi tidak berlarut-larut dan kepercayaan masyarakat dapat pulih. Mereka juga meminta agar pengelolaan dana BumDes dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dengan demikian, warga Desa Sirmagalih berharap agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dan dana BumDes dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.











