Dpnews Indonesia || Cianjur – Seorang bandar beras di Desa Sukaraharja yang diduga menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2018 akan menjadi target graduasi mandiri pada bulan Desember ini. Keterangan itu disampaikan pendamping PKH Desa Sukaraharja Novi.
“Nama dia W./El, kebetulan dekat di kampung Bebedahan. Dia suka jualan satu karung dua karung – memang bukan bandar sekala besar,” ujar Novi saat di wawancara wartawan besinfo melalui via WhatsApp Jumat 12/12/2025.
Menurutnya, selain peserta PKH, ada juga peserta Bantuan Langsung Tunai (BNT) yang memiliki usaha serupa, namun bukan sekala besar.
“Secara aturan, mereka tidak boleh dapat bansos karena yang berhak adalah yang miskin, sesuai 14 faktor kemiskinan BPS. Makanya ini jadi target graduasi mandiri tahun ini,” jelasnya.
Beberapa nama termasuk W./El akan di graduasi bulan ini. Novi menyatakan sudah membuat laporan graduasi dan besok akan melakukan eksekusi home visit ke rumah W./El.
“Graduasi mandiri tidak sembarangan, ada prosedurnya. Besok saya akan cek seberapa besar usahanya dia jualan beras tapi skala kecil, bukan punya pabrik,” katanya.
Dia menambahkan, W./El sudah mendapatkan bantuan sejak sebelum dia menjabat sebagai pendamping, dan awalnya belum bergerak di bidang jualan beras. “Peserta PKHnya dari 2018,” tutup Novi.











