Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Harga Sembako Nasional 9 Januari 2026: Mayoritas Komoditas Turun, Jelang Ramadan Masih Relatif Terkendali

265
×

Harga Sembako Nasional 9 Januari 2026: Mayoritas Komoditas Turun, Jelang Ramadan Masih Relatif Terkendali

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Menjelang Ramadhan 1447 H yang diperkirakan dimulai sekitar pertengahan Februari 2026 (18 atau 19 Februari tergantung penetapan Muhammadiyah, NU, dan pemerintah), harga sembako di tingkat nasional menunjukkan tren penurunan pada Jumat (9/1/2026).

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia serta Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat mayoritas komoditas strategis bergerak turun dibandingkan hari sebelumnya.

Baca juga :  Ramadhan Ciawi Fair Ke 13 Tahun 2024 Dipadati Para Pengunjung

Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang paling signifikan mengalami penurunan, dengan harga rata-rata nasional berada di kisaran Rp. 35.000 – Rp. 40.000 per kg.

Beberapa daerah seperti Jogja mencatat penurunan hingga Rp. 42.000/kg untuk rawit merah. Penurunan ini juga terlihat pada telur ayam ras yang stabil di angka Rp. 29.000 per kg secara nasional.

Baca juga :  Viral! Dua Oknum Pemuda Pancasila Ditangkap Usai Ancam Guru TK di Pamulang

Bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan harga yang lebih rendah dibandingkan fluktuasi awal Januari, dengan bawang merah rata-rata sekitar Rp. 40.000 per kg dan bawang putih di kisaran Rp. 34.000 per kg.

Sementara itu, harga beras premium dan medium cenderung stabil dengan sedikit fluktuasi kecil, berkisar Rp. 14.800 – Rp. 15.500 per kg untuk premium dan lebih rendah untuk medium, setelah sempat mengalami sedikit kenaikan pada 8 Januari.

Baca juga :  Kapan Lailatul Qadar Malam Terbaik Sepanjang Tahun Itu Akan Datang

Minyak goreng dan gula kristal juga terpantau relatif stabil, meski beberapa wilayah melaporkan sedikit variasi akibat penyesuaian pasca-libur Nataru.

Tren positif ini didorong oleh pasokan yang relatif terjaga di berbagai zona pasar dan upaya stabilisasi pemerintah pasca-libur akhir tahun.

Meski demikian, pedagang dan pengamat memprediksi potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan akibat peningkatan permintaan, terutama pada komoditas cabai, bawang, dan protein hewani.

Baca juga :  Gubernur Dedi Mulyadi Perkuat Penjagaan Lereng Pangalengan untuk Cegah Banjir dan Longsor

Pemerintah melalui Bapanas dan Kementerian Perdagangan terus memantau distribusi untuk mencegah lonjakan harga. Masyarakat diimbau melakukan pembelian secara bijak dan memanfaatkan program stabilisasi harga di pasar-pasar tradisional.

Dengan waktu sekitar 40 hari lagi menuju awal puasa, stabilitas harga saat ini menjadi angin segar bagi masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan Ramadan.

Pantau terus update harga harian di laman resmi PIHPS dan Panel Harga Bapanas untuk informasi terkini.

Baca juga :  Andi Amran Sulaiman Pastikan Stok Beras Nasional Aman
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!